AYOJAKARTA.COM – Keberadaan sesar aktif di Jawa Barat mengakitbatkan bencana alam gempa bumi seringkali terjadi di wilayah ini.
Termasuk dalam beberapa bulan terakhir, guncangan demi guncangan gempa bumi telah terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat.
Seperti yang telah terjadi di Cianjur beberapa bulan yang lalu, merupakan gempa bumi yang terjadi akibat aktivitas sesar di Cugenang, Jawa Barat.
Baca Juga: 6 Ramalan Hard Gumay di 2023: dari RD Bercerai hingga Artis Inisial R Tersandung Kasus Hukum Lagi
Di Jawa Barat sendiri, diketahui bahwa ada 6 struktur regional sesar aktif yang diduga masih aktif hingga sekarang dan memberikan ancaman potensi gempa bumi.
Sesar-sesar tersebut antara lain adalah Sesar Cimandiri, Sesar Baribis, Sesar Cipamingkis, Sesar Garsela, Sesar Citarik dan Sesar Lembang.
Pada kesempatan kali ini, kami akan sedikit mengulas dan memberikan pengenalan terhadap salah satu sesar tersebut, yaitu sesar Baribis.
Baca Juga: Diikuti 250 Anak, bank bjb Gelar Gelar Khitanan Massal
Sesar Baribis
Badan Pusat Statistika telah membuat sebuah analisis isu terkini tentang bencana alam yang terjadi di Jawa Barat, mengulas tentang berbagai macam aspek tentang bencana alam di Jawa Barat.
Dalam hasilnya, dijelaskan juga mengenai sesar dan zona subduksi yang menjadi penyebab gempa bumi di Jawa Barat akhir-akhir ini.
Adapun hasil analisis tersebut juga termasuk dalam pengenalan dan penjelasan tentang sesar-sesar aktif di Jawa Barat, termasuk Sesar Baribis.
Baca Juga: Detik-detik Saksi Ahli dari Ricky Rizal Hampir Ditolak Jaksa, Ngaku Dapat 2 Surat Tugas, Eh Malah...
Sesar Baribis merupakan sesar utama di utara Jawa Barat. Dari hasil penafsiran foto udara dan citra land-sat, diketahui di bagian utara dijumpai adanya kelurusan regional yang arahnya barat laut tenggara. Arah kelurusan ini selanjutnya menerus ke arah tenggara.
Di daerah Kadipaten, yaitu tepatnya di Desa Baribis, ditemukan sejumlah bidang sesar dan struktur sesar minor yang memotong tubuh batu-gamping.
Gempa bumi yang cukup signifikan yang bersumber dari sesar ini adalah gempa bumi tahun 1862 di Karawang.
Sesar Baribis di Jawa barat merupakan kelanjutan dari sesar Lembang ke arah timur. Sesar ini memanjang dari Majalengka sampai Subang.
Sesar ini teridentifikasi sebagai sesar naik yang dapat diamati dari topografi dan seismik refleksi.
Sesar Baribis merupakan salah satu Sesar yang memanjang dari arah Timur ke Barat pada wilayah Jawa Barat.
Menurut Koulali dkk, 2016 Sesar Baribis memiliki slip rate 5 mm/tahun dan mempunyai Panjang fault 100 km, dan magnitudo maksimum Mw 7.5.
Sementara itu, Sesar Baribis sendiri terbagi menjadi tiga segmen, antara lain adalah Segmen Cirebon-1, Cirebon-2, dan Subang.
Itulah penjelasan tentang Sesar Baribis yang menjadi salah satu ancaman besar penyebab gempa bumi di Jawa Barat.**