AYOJAKARTA.COM - Wilayah selatan Pulau Jawa terutama daerah Jawa Barat dan barat daya Sumatera ternyata menyimpan potensi gempa megathrust yang memicu tsunami 34 meter.
Namun gempa megathrust dan tsunami 34 meter masih merupakan potensi dan belum dapat diprediksi kapan akan terjadi.
Potensi tsunami 34 meter yang dipicu gempa megathrust sebaiknya tetap harus diwaspadai lebih serius.
Dikutip Ayojakarta.com dari laman BRIN pada Sabtu 31 Desember 2022, penelitian tersebut merupakan salah satu bentuk mitigasi dalam upaya meningkatkan kewaspadaan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pakar Tsunami dari BRIN, Widjo Kongko yang menanggapi jurnal penelitian terbaru dari BMKG.
Penelitian tersebut dibuat oleh peneliti BMKG, Pepen Supendi dengan tim dengan judul “Natural Hazards” yang telah rilis Oktober 2022 lalu.
Di mana hasil dari penelitian milik Pepen tersebut menyebutkan bahwa gempa bumi megathrust dengan magnitude 8.9 dapat berpotensi tsunami dengan ketinggian gelombang mencapai 34 meter.
Potensi tsunami 34 meter yang dipicu gempa megathrust ini perlu diwaspadai khususnya bagian selatan Jawa dan barat daya Sumatera.
Bahkan diperkiraan tsunami akan menjalar melalui Selat Sunda memasuki Pantai Utara Jawa dan tenggara timur Sumatera.
Widjo mengatakan bahwa dampak yang ditimbulkan dari gempa megathrust dan tsunami 34 meter ini jauh lebih besar dari tsunami di Aceh tahun 2004 silam.
“Oleh karena itu, perlu adanya upaya mitigasi dan peningkatan kewaspadaan dan khususnya sistem peringatan dini dan jalur serta tempat evakuasinya,” jelas Widjo Kongko.
Baca Juga: Tanggapi Beda Prediksi BMKG dan BRIN, Presiden Jokowi : Ikuti Info BMKG
Gempa megathrust merupakan pecahnya batas lempeng yang terjadi di bidang kontak dua lempeng tektonik yang bertemu di zona subduksi.
Pengertian gempa megathrust tersebut menurut EOS Science News By American Geophysical Union adalah akibat adanya gerakan relatif antar lempeng tidak terbendung dan tekanan terkumpul di area dua lempeng, sehingga pelepasannya melalui gempa dahsyat yang disebut megathrust.
Widjo Kongko mengatakan bahwa penelitian ini memang harus ditanggapi dengan serius karena menurutnya dampak yang diakibatkan berpotensi katastropik dan luar biasa.
Kewaspadaan juga harus ditingkatkan terutama untuk warga di daerah pesisir tepi pantai di seluruh kepulauan khususnya daerah Jawa dan Sumatera serta negara–negara sekitar Samudera Hindia.
Baca Juga: Heboh Badai Dahsyat Prediksi BRIN, Wapres Ma'ruf Amin Bilang yang Punya Otoritas Cuma BMKG
Salah satu bentuk kewaspadaan adalah dengan mempelajari mitigasi bencana dengan lebih baik.
Sementara itu, mitigasi bencana yang sudah ada menurut Widjo Kongko haruslah dikaji ulang dan dievaluasi apakah sudah cukup untuk mengatasi potensi gempa bumi megathrust dan tsunami.
Selain itu, dapat pula dibuatkan rencana kontinjensi dan rencana operasi, peta-peta jalur evakuasi serta sistem peringatan dini.***