AYOJAKARTA.COM – Presiden Joko Widodo menanggapi adanya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia selama akhir tahun.
Mengenai potensi adanya cuaca ekstrem, BRIN dan BMKG memiliki prediksi yang sangat berbeda satu sama lainnya.
Menanggapi perbedaan prediksi yang diungkap oleh kedua lembaga tersebut, Presiden Jokowi berujar untuk lebih mengikuti informasi dari BMKG.
Dikutip AyoJakarta.com dari Youtube Kompas TV, Presiden Joko Widodo mengungkap pendapatnya.
Baca Juga: Bacaan Doa Turun Hujan untuk Minta Perlindungan Saat Cuaca Ekstrem Melanda, Lengkap dengan Artinya!
Jokowi meminta masyarakat untuk mengikuti semua informasi dan arahan yang disampaikan oleh BMKG.
Sebelumnya, informasi adanya potensi cuaca buruk disampaikan oleh peneliti BRIN, Erma Yulihastin.
Ia menyebut adanya potensi hujan ekstrim dan badai dahsyat yang terjadi pada tanggal 28 Desember 2022 di wilayah Jabodetabek.
Prediksi tersebut diungkap oleh peneliti BRIN usai tercatat oleh satelit early warning system atau Sadewa.
Di sisi lain, BMKG justru memprediksi wilayah Jabodetabek memang akan mengalami hujan ekstrim namun bukan badai.
Baca Juga: Uya Kuya dan Astrid Beberkan Kondisi Indra Bekti: Udah Bisa Menggerakan Ini
BMKG memprediksi bahwa wilayah Jabodetabek akan terjadi hujan ekstrim pada tanggal 30 Desember 2022.
Akibat adanya perbedaan serta adanya potensi cuaca ekstrim di sejumlah wilayah termasuk DKI Jakarta, Presiden RI memberikan pernyataannya.
Presiden Jokowi meminta masyarakat untuk tetap mengikuti informasi dan arahan dari BMKG
“Ikuti semua informasi dan ikuti semua yang disampaikan oleh BMKG,” kata Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Cepat Daftar! Masih Dibuka 49.549 Formasi PPPK Kementerian Agama, Daftar Klik di Sini!
Untuk mengantisipasi adanya cuaca ekstrim dan badai di Jakarta, BMKG BRIN BNPB bersama TNI AU melakukan teknologi modifikasi cuaca.
Modifikasi cuaca dilakukan dengan menyemai garam di sejumlah titik di Selat Sunda dan perairan DKI Jakarta.***

Share this article
Menanggapi perbedaan prediksi yang diungkap oleh kedua lembaga tersebut, Presiden Jokowi berujar untuk lebih mengikuti informasi dari BMKG.