News

4 Tanda Alam yang dipercaya Masyarakat Akan Datangnya Bencana Gempa Bumi, Salah Satunya Guncangan 9 SR

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Kamis 29 Des 2022, 16:22 WIB
4 Tanda Alam yang dipercaya Masyarakat Akan Datangnya Bencana Gempa Bumi, Salah Satunya Guncangan 9 SR

AYOJAKARTA.COM - Prediksi atau perkiraan bencana yang akan melanda terkadang sulit untuk dibuktikan oleh beberapa ahli.

Misalnya seperti gempa bumi megathrust yang diperkirakan akan terjadi pada wilayah selatan Pulau Jawa dan tenggara Sumatera.

Namun disisi lagi sebagian dari masyarakat telah memiliki ilmu tersendiri yang digunakan turun temurun sebagai pertanda bahwa bencana tersebut akan datang.

Baca Juga: Tajir Melintir! Inilah 6 Jenis Mobil Mewah yang Dimiliki Ferdy Sambo: dari Land Cruiser sampai Lexus LM 350

Dalam sebuah tayangan video yang diunggah di akun YouTube Aktualita.co, diterangkan ada 4 tanda alam yang dipercaya oleh masyarakat merupakan pertanda akan terjadi bencana.

1. Munculnya ikan oarfish ke permukaan

Ikan ini merupakan ikan yang berada di laut dalam yang langka.

Masyarakat Jepang percaya bahwa naiknya ikan oarfish ke permukaan akan menjadi pertanda bahwa akan terjadi gempa bumi.

Baca Juga: Ngeyel! Febri Diansyah Tetap Jelaskan 35 Barang Bukti Kubu Ferdy Sambo hingga Ajak Hakim Berdebat

Masyarakat Jepang bahkan menamai ikan ini dengan utusan dari istana raja naga yang mengisyaratkan kaitan dengan bencana di masa lalu.

Ketika gempa bumi 9 SR dan tsunami timur laut Jepang Maret 2012 lalu, sebelumnya ditemukan ikan oarfish kurang lebih ada 10 ekor terdampar di sepanjang pantai pada tahun 2010 akhir.

Seorang profesor ikhtiologi dari jepang menerangkan bahwa tidak begitu percaya mengenai teori tradisional tersebut.

Ia mengatakan hanya percaya bahwa ikan tersebut cenderung naik.ke permukaan saat kondisi fisiknya buruk.

Selain itu tidak ada bukti ilmiah antara ikan oarfish dengan aktivitas seismik sehingga masyarakat tidak perlu mengkhawatirkannya.

Baca Juga: Indra Bekti Dikabarkan Kritis Usai Alami Pendarahan Otak, Lantas Bagaimana Kondisinya Saat ini?

2. Munculnya awan gempa

Penelitian ilmiah mengenai hubungan awan dengan gempa dilakukan oleh peneliti kimia dari California Zhonghao Shou.

Ia membuat prakiraan gempa bumi berdasarkan pola pola awan yang merupakan hasil penciptaan dari satelit.

Tekanan dan gesekan dari tanah dapat menguapkan tekanan air jauh dari gempa bumi yang terjadi

Baca Juga: Ucapan Tahun Baru 2023 dalam Bahasa Inggris untuk Keluarga dan Sahabat, Cocok untuk Hiasi Konten di Medsos!

Pendapat Zhao, awan-awan yang terbentuk dari mekanisme ini berbeda pada awan-awan yang berikutnya.

Beberapa gempa yang terjadi antara tahun 1900 dan 1993 sampai 2006 kemudian dikaitkan dengan formasi awan ini sebagai tanda-tandanya

Di daerah Kobe Jepang 8 hari sebelum gempa dahsyat melanda wilayah tersebut pada tahun 1995 ditandai dengan awan seperti itu.

Awan serupa juga muncul sehari sebelum terjadinya gempa di Kagoshima, Jepang.

Hal senada juga terjadi pada saat gempa bumi di Jogja pada tahun 2006, tepat beberapa minggu sebelum terjadi gempa muncul awan sejenis.

Namun teori ini belum dapat diterima oleh para ahli, karena banyak yang berpendapat bahwa kejadian itu hanya kebetulan.


3. Cahaya gempa

Selain awan gempa para peneliti juga mempercayai masalah cahaya gempa.

Seorang peneliti dari New jersey pernah melakukan penelitian mengenai cahaya gempa tersebut.

Cahaya gempa bumi teramati seperti api biru pendek yang keluar dari dalam tanah.

Seperti obor cahaya yang mengambang di udara atau seperti garpu besar yang terlihat seperti petir melesat dari dalam tanah ke udara.

Cahaya ini pernah muncul sebelum adanya gempa besar di China dan Italia.

Kisah cahaya gempa sudah menyebar selama 300 tahun, namun selalu ditepis oleh para ilmuwan.

Baca Juga: Tajir Melintir! Inilah 6 Jenis Mobil Mewah yang Dimiliki Ferdy Sambo: dari Land Cruiser sampai Lexus LM 350


4. Perilaku aneh hewan

Perilaku aneh hewan sebelum terjadinya gempa adalah pada saat gempa di wilayah China pada tahun 2008.

Beberapa hari sebelumnya terjadinya gempa yang menelan ribuan korban jiwa tersebut, ribuan katak keluar ke jalanan.

Selain itu seorang peneliti dari Jerman yang meneliti tentang perilaku semut sebelum gempa bumi terjadi.

Ia menerangkan bahwa adanya perubahan perilaku semut sebelum gempa bumi tersebut dihubungkan oleh berubahnya emisi gas atau medan magnet bumi yang terjadi di habitat semut ketika gempa terjadi.

Baca Juga: Debat Sengit Penyerahan 35 Bukti Meringankan Putri Candrawathi, Antara Febri Diansyah, JPU dan Hakim

Demikian dengan sejarah kota yang terjadi di wilayah Yunani Kuno ketika gempa akan terjadi pada tahun 373 sebelum masehi di musim dingin.

Beberapa hewan seperti tikus, martin (hewan semacam tupai), ular, kelabang, kumbang dan hewan yang lainnya meninggalkan kota itu, demikian dituliskan oleh seorang penulis romawi.

Demikianlah beberapa hal terkait 4 pertanda alam yang ditunjukan oleh alam, meski demikian diperlukan pembuktian yang lebih akurat lagi terkait tanda-tanda tersebut.

Masyarakat sebaiknya lebih mempercayai informasi berdasarkan jurnal ilmiah yang kredibel atau berdasarkan situs-situs terpercaya milik pemerintah.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Vincensia Enggar Larasati