AYOJAKARTA.COM - Beredah ramalan yang disampaikan Hard Gumay mengenai kejadian alam yang akan terjadi di 2023.
Hard Gumay menyampaikan pada 2023 ia meramalkan bahwa daerah Sulawesi akan terjadi gelombang laut yang besar hingga masuk ke daratan.
Sementara diketahui kondisi wilayah perairan Polewali Mandar Sulawesi Barat terlihat ada gelombang tinggi, sehingga membuat para nelayan takut untuk melaut.
Gelombang tinggi terjadi sudah 5 hari yang lalu, ini membuat pencarian mata uang terhenti bagi para nelayan.
Diketahui, gelombang datang tidak hanya pada saat pagi, pada malam hari pun terjadi tepatnya di Wilayah Perairan Teluk Bandar.
Hard Gumay yang diwawancarai dalam YouTube Trans7 Official juga menyampaikan penerawangannya dimana ia melihat akan terjadi kejadian alam yang berkaitan dengan laut dan gelombang air.
"2023 saya lebih konsen ke (laut) karena dari kemarin itu selalu terlintas itu laut," ujar Hard Gumay.
“Di saya ini sekarang pun masih terlihat terlintas gelombang laut dan biasanya dari penglihatan tersebut saya selalu menafsirkan artinya akan ada terjadi sesuatu dengan yang sehubungan dengan laut, air,” tambahnya.
Untuk lokasinya, Hard Gumay menjelaskan kemungkinan ini terjadi di wilayah Sulawesi yakni Manado dan Makassar.
“Lautnya besar, saya melihat tidak bertepi. Artinya ini di daerah Sumatera bukan, Jawa bukan. (Tapi) Sulawesi, tiga tempat Manado, Makassar, sama desa kecil, laut,” jelas Hard Gumay.
“Saya berharap ini bukan sebuah musibah. Tapi yang aku lihat ini air laut masuk ke dataran darat banyak yang teriak, ada yang terbawa arus ombak, ada yang menangis,” sambungnya.
Baca Juga: Waduh! Bansos PKH akan Dihapus Pada 2023? Cek Deretan Bansos yang Akan Dicoret Tahun Depan
Sementara itu, dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube MetroTV bahwa kini gelombang laut setinggi 2 meter yang disertai angin kencang sedang terjadi di wilayah perairan Polewali Mandar Sulawesi Barat.
Banyak nelayan merasa takut, seperti di Pantai Bahari Barat, mereka mengamankan perahu ke atas tanggul untuk menghindari terjangan ombak besar.
Gelombang tinggi pada pagi hari juga terjadi, namun gelombang akan lebih tinggi terjadi pada sore hingga malam hari.
Dinyatakan tidak hanya di Wilayah Sulawesi, gelombang tinggi pun terjadi di Wilayah Perairan Banten.
Sehingga BMKG menghimbau masyarakat terutama di wilayah Banten agar lebih waspada ketika terjadi hujan lebat dan angin kencang disertai petir.
Cuaca ekstrim ini diketahui memicu terjadinya bencana alam, namun di Selat Sunda akan berpotensi gelombang tinggi.
Dipantau dari dermaga, ombak tidak terlihat tinggi, namun terlihat kapal kesulitan bersandar di dermaga pelabuhan, dikarenakan derasnya arus di bawah laut.
BMKG banten menyatakan potensi gelombang laut akan setinggi 2 meter hingga 4 meter yang terjadi di Selat Sunda bagian Selatan atau Samudera Hindia.
Masyarakat atau wisatawan dihimbau agar tetap waspada terhadap cuaca dan aktifitas dekat lauk agar tidak terjadi kecelakaan laut.***