AYOJAKARTA.COM - Sebuah momen yang sempat membuat seisi ruangan persidangan penuh tawa terjadi saat Ahli Psikologi Forensik.
Reni Kusumowardhani menyinggung soal hasil asesmen psikologis terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kuat Maruf, pada Rabu 21 Desember 2022.
Dalam kesaksian Reni sebagai Ahli Psikologi Forensik yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menyebutkan bahwa kecerdasan Kuat Maruf berada di bawah rata-rata.
Baca Juga: Tim Tango Menang Piala Dunia Qatar 2022, Bank Sentral Argentina Siapkan Uang Bergambar Lionel Messi
Dikutip ayojakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV Reni menyebut bahwa semata-mata bukan untuk menghina Kuat Maruf, namun menurutnya hal itu ada kaitannya dengan sosoknya yang tidak mudah disugesti.
Adapun menurut Reni, berdasarkan hasil asesmen psikologis tersebut, diungkap bahwa Kuat Maruf mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi dan tidak didapatkan kepura-puraan.
"Kuat Maruf kecerdasaannya tergolong dibawah rata-rata, dibanding populasi orang-orang diusianya.
Jadi beliau agak lebih lambat dalam memahami informasi, mohon maaf ya pak, saya harus menyampaikan. Izin pak Kuat ya," kata Reni Kusumowardhani.
Baca Juga: Persiapan Libur Natal dan Tahun Baru 2023 Bank BTN Siapkan Dana Tunai Rp19 Triliun
Perkataan Reni yang mengungkap soal tingkat kecerdasan Kuat Ma'ruf pun langsung disambut tawa oleh jaksa penuntut umum (JPU).
"Enggak apa-apa bu, dia seneng kalau dibuka bu," kata jaksa, sambil tertawa.
Menurut Reni Kuat Ma'ruf lebih lambat dalam menerima informasi dan juga menyesuaikan diri dari tuntutan lingkungan.
"Tetapi Kuat Maruf memiliki potensi untuk memahami keadaan di lingkungan sekitarnya melalui nilai-nilai moral yang diyakini dan melalui kebiasaan-kebiasaan yang dia alami, seperti itu ya," kata Reni.
Menurut Reni, untuk pemahaman informasi, Kuat Maruf terbiasa mengandalkan pola-pola kebiasaan yang dia pahami.
"Kuat Maruf pemahaman moralnya baik. Kepatuhan terhadap otoritasnya cukup baik. Jadi dia tidak mudah disugesti," ujar Reni.
Sementara itu, mendengar Ahli Psikologi Forensik, Reni Kusumowardhani memaparkan soal kecerdasannya, Kuat Maruf pun langsung memberanikan diri memberi pertanyaan kepada Reni yang hadir sebagai saksi ahli.
Sambil mengangguk dan tebar senyuman, Kuat Maruf menyebut bahwa dia ikhlas disebut kecerdasannya dibawah rata-rata.
Baca Juga: Ronny Talapessy Menuju Kemenangan, Ahli Yakini Eliezer Berpotensi Bebas Hukum Pidana
"Mohon maaaf ibu, kalau ibu menyimpulkan saya dibawah rata-rata saya ikhlas bu.
Yang ingin saya tanyakan, saya tipe orang pembohong apa yang tidak jujur atau gimana bu? Soalnya akhir-akhir ini saya sering disebut pembohong dan saya sakit hati bu," ujar Kuat disertai tawa para hadirin dipersidangan.
Mendengar pertanyaan Kuat Maruf itu Reni pun langsung menjawab.
"Dari hasil pemeriksaan kami, memang pernah terjadi kebohongan, namun ktu sudah diakui, kemudian direvisi, dan kami mengukur kredibilitas keterangan pak Kuat Ma'ruf demikian," jawab Reni.
Kemudian Kuat Maruf langsung bereaksi tentang jawaban yang dikatakan oleh Reni itu.
"Padahal aslinya jujur ya ibu?" tanya Kuat Maruf.
Jawaban Kuat Maruf pun di sambut tawa oleh hadirin yang datang di ruang sidang.***