AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo sempat menjadi saksi untuk mantan anak buahnya yaitu Irfan Widyanto.
Dalam pernyataannya, ia meminta maaf dan mengaku bersalah karena telah menyeret sejumlah anak buahnya dalam skenario yang ia buat.
Skenario palsu yang dibuat oleh Ferdy Sambo dan juga tindakan menghilangkan barang bukti menjadi perintangan penyidikan dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Ada sejumlah mantan anak buah Ferdy Sambo yang ditetapkan menjadi terdakwa kasus perintangan penyidikan yaitu Irfan Widyanto, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto.
Baca Juga: Kriminolog Sebut Ada Perencanaan di dalam Kronologi Pembunuhan Brigadir Yosua, Ini Alasannya!
Dalam persidangan, Ferdy Sambo mengakui bahwa mantan anak buahnya tidak mengetahui perihal pelanggaran hukum yang dilakukan olehnya.
“Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, kemudian Irfan tidak ada yang mengerti apa cerita sebenarnya. Mereka tidak salah, mereka orang-orang yang hebat. Saya tidak bisa menghadapi mereka semua. Saya tahu saya salah,” ungkap Ferdy Sambo.
Ferdy Sambo menyebutkan bahwa apa yang telah ia perintahkan kepada bawahannya merupakan dosa besar.
“Saya tahu saya salah. Saya tidak tahu harus bagaimana membalas dosa yang harus saya hadapi ini,” ucap Ferdy Sambo.
Suami Putri Candrawathi inipun berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatannya.
“Saya akan bertanggung jawab, dia tidak tahu apa-apa. Saya akan siap bertanggung jawab,” kata Ferdy Sambo.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube KOMPASTV JAWA TIMUR pada Senin (19/12/2022), Monica Kumalasari selaku Pakar Gestur dan Mikro Ekspresi mengungkapkan bahwa ia menangkap adanya emosi marah pada saat Ferdy Sambo mengungkapkan penyesalannya.
“Ketika mengatakan permohonan maaf ya tetapi masih ada mikro ekspresi kemarahan yang disampaikan ya yang terlihat dari bibir,” ujar Monica.
Baca Juga: Akurat 93 Persen, Ferdy Sambo Bantah Hasil Poligraf, Sebut Ada Pertanyaan Titipan dari Sosok Ini!
Dari pengamatannya, Monica meragukan permohonan maaf dari Ferdy Sambo merupakan ungkapan yang tulus.
“Jadi biasanya ketulusan itu sangat erat kaitannya dengan emosi yang disebut dengan kesedihan. Tetapi justru yang terlihat pada Sambo adalah permohonan maaf yang diikuti dengan ekspresi atau emosinya adalah kemarahan,” ungkap Monica.
Monica kemudian menegaskan bahwa apa yang diucapkan oleh Ferdy Sambo bertolak belakang dengan gestur dan ekspresi yang ditampilkan.
Baca Juga: Seret Lulusan Adhi Makayasa Jadi Terdakwa, Ferdy Sambo: Saya Malu, Saya Menyesal!
“Tidak terlihat tulus dalam penyampaian permohonan maafnya gitu ya padahal Ferdy Sambo secara verbal pun menggunakan kata dosa dan sebagainya sehingga seakan-akan bahwa ini adalah merupakan pilihan kata yang sudah sangat paling tinggi ketika seseorang meminta maaf,” tambahnya.
Namun demikian, jika dilihat dari awal sidang kasus pembunuhan Yosua hingga sekarang, Monica melihat perubahan gestur dan ekspresi Ferdy Sambo menjadi lebih lembut yang menunjukkan keraguan dan ketakutan.
“Bahasa verbalnya ini mulai ada rasa ragu juga ada ketakutan dan defense makanisme dengan tetap bertahan ya itu manusiawi sekali,” ujar Monica.***