AYOJAKARTA.COM - Sidang lanjutan atas kasus penembakkan terhadap Brigadir J kembali digelar hari ini.
Babak baru kembali dihadirkan dalam sidang lanjutan para terdakwa yang terlibat dalam pembunuhan Brigadir J.
Babak baru tersebut adalah keterangan dari saksi Aji Febrianto Ar-Rosyid yang dihadirkan dalam sidang hari ini.
Baca Juga: Terungkap! Pengakuan Putri Candrawathi Akui Dipaksa Ferdy Sambo Buat Laporan Pelecehan Seksual
Aji Febrianto Ar-Rosyid adalah ahli pemeriksa tes poligraf atau tes kebohongan yang sempat diujikan pada terdakwa.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @nois_opini pada Rabu (14/12/2022), saksi Aji Febrianto menuturkan hasil tes poligraf atau uji kebohongan yang sebelumnya telah dijalani oleh para terdakwa.
Terkait tes poligraf sendiri, Aji Febrianto menuturkan jika alat tersebut memiliki akurasi hingga 93 persen.
Baca Juga: Melawan Skenario Ferdy Sambo, Bharada E: Saya Didoktrin Sejak Juli Hingga Agustus!
Saksi Aji Febrianto kemudian menjelaskan hasil tes poligraf para terdakwa satu persatu.
Untuk terdakwa Ferdy Sambo hasil tes poligrafnya adalah minus 8 (-8) yang indikasinya adalah bohong atau tidak jujur.
“Mohon izin yang mulia, Bapak FS nilai totalnya minus 8 (-8),” ujar Aji.
Kemudian untuk terdakwa Putri Candrawathi hasil tes poligrafnya adalah minus 25 (-25) yang tentunya saja hasilnya sama dengan Ferdy Sambo yakni bohong atau tidak jujur.
Selanjutnya untuk terdakwa Kuat Maruf terdapat dua hasil karena dilakukan pemeriksaan dua kali.
Hasil yang pertama +9 dan yang kedua -13, sehingga bisa diartikan jika Kuat Maruf indikasinya jujur dan bohong.
“Untuk saudara Kuat kita lakukan dua kali pemeriksaan Bapak, yang pertama adalah +9 dan yang kedua adalah -13,” jelas Aji.
Terdakwa Ricky Rizal juga dilakukan pemeriksaan dua kali dengan skor +11 dan +19 yang indikasi hasilnya jujur semua.
“Kita lakukan dua kali juga Bapak, yang pertama +11 yang kedua +19 ,” kata Aji menjelaskan hasil skor lie detector Ricky Rizal.
Terakhir untuk terdakwa Richard Eliezer hanya dilakukan satu kali dengan hasil skor +13 indikasinya adalah jujur.
“Untuk terdakwa Richard +13, satu kali,” jelas Aji menjelaskan skor Richard Eliezer.
Sontak saja hasil Lie Detector atau tes poligraf yang diumumkan dalam persidangan tersebut semakin membenarkan skenario yang telah dibuat oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam kasus ini.***