News

Terkuak Misteri Tulisan Mantra dalam Kasus Kematian Keluarga di Kalideres, Simak Penjelasan Ahli!

Oleh: Mohammad Sayed Khatami Minggu 11 Des 2022, 06:03 WIB

AYOJAKARTA.COM – Dra Reni Kusumowardhani selaku ketua Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) Indonesia memberikan keterangan terkait kematian keluarga di Kalideres.

Dalam konferensi pers pada Jumat (9/12/2022), Reni menjelaskan awal mula dari tulisan dugaan mantra yang terdapat di rumah Kalideres.

Berdasarkan keterangan Reni, tulisan mantra tersebut merupakan milik Budiyanto Gunawan yang juga tewas di dalam rumah tersebut.

Berdasarkan keterangan Reni, Budiyanto Gunawan disebutkan memiliki kepribadian yang khas dan menyukai hal – hal yang bersifat klenik perdukunan.

Baca Juga: Bikin Ngakak! Jawaban Ferdy Sambo Ketika Disuruh Membuktikan Kepemilikan Uang: Ya Ngga Bisa, Saya di Sel

"Profil psikologi Budianto ini memang ciri kepribadiannya khas. Dia memiliki strategi koping dengan mencari alternatif-alternatif bukan pengobatan medis,” jelas Reni.

Berdasarkan keterangan Reni, dari kepercayaan Budiyanto tersebut, muncul harapan untuk dapat memperbaiki masalah seperti kesehatan dan finansial.

“Begitu juga dia meyakini sesuatu yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kehidupannya, termasuk finansial,” lanjutnya.

Namun, karena harapannya tidak kunjung datang, keyakinan Budiyanto bergeser dari harapan menjadi keputus asaan.

Baca Juga: RKUHP Disahkan DPR Jadi Sorotan Media Asing, Dinilai Bisa Mengganggu Aktivitas Investasi Pariwisata Indonesia

"Namun kenyataannya harapannya tidak juga kunjung datang sehingga ada pergeseran dari situasi berharap (hope) yang kemudian ke hopeless,” ujar Reni.

Keputusasaan tersebut berawal saat Budiyanto menghadapi kondisi finansial yang buruk hingga kehilangan asetnya.

Dari buruknya finansial tersebut, mempengaruhi psikologis Budiyanto hingga berada di titik ketidakberdayaan hingga memperburuk kesehatannya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Wilayah DKI Jakarta Minggu, 11 Desember 2022, Jakarta Timur dan Selatan Potensi Hujan Kilat

"Intinya Bapak Budianto ini meninggal dalam situasi ketidakberdayaan keyakinan yang tidak lazim, namun hasil tidak seperti yang diharapkan,” ujar Reni.

“Serta tidak ada sumber daya finansial dan sosial yang memungkinkan untuk diakses," lanjutnya.

Diketahui, bukti tulisan mantra milik Budiyanto dalam rumah tersebut merupakan tulisan bahasa Arab serta tulisan ayat – ayat Al – Quran.***

Reporter Mohammad Sayed Khatami
Editor Dian Naren