AYOJAKARTA.COM - Kuat Maruf kembali dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat sidang lanjutan pada Senin (5/12/2022).
Kuat Maruf dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) soal keterangannya yang menyebut duri dalam rumah tangga.
Saat dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kuat Maruf terlihat emosi.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV pada Selasa (6/12/2022), JPU terus mempertanyakan terkait hubungan antara duri dalam rumah tangga dengan Brigadir J.
Baca Juga: Martin Minta Elben Hadir dalam Sidang Ferdy Sambo untuk Ungkap Dugaan Pelakor
Diketahui sebelumnya sopir Ferdy Sambo itu melihat Putri Candrawathi tengah terduduk dan menangis.
Lalu Putri Candrawathi mengatakan bahwa Yosua sadis terhadapnya.
“Saudara saksi, kita kembali di Magelang yah, pada saat sodara melihat Ibu Putri ada di bawah terduduk waktu itu dan bilang Yosua sadis banget,” kata JPU.
Baca Juga: Terungkap! Inilah Perintah Ferdy Sambo kepada Agus Nurpatria Saat Brigadir Yosua Terbunuh
Kuat Maruf mengaku bahwa ia menyarankan agar Putri Candrawathi melapor ke Ferdy Sambo.
“Waktu itu kan ibu nangisnya seperti itu, saya ikut ibu lama baru melihat ibu menangis seperti itu, sampai tangan megang HP gemeteran terus saya bilang bu lapor bapak bu, lapor bapak, ibu masih nangis aja waktu itu,” kata Kuat Maruf.
Berhubung Putri Candrawathi enggan untuk berbicara apa yang terjadi, Kuat Maruf mengaku spontan mengatakan untuk melapor pada Ferdy Sambo agar tidak ada duri dalam rumah tangga.
“Waktu itu saya sempat ngomong sama ibu karena ibu tuh nggak mau lapor bapak masih diem aja. Kalau nggak salah bahasa saya seperti ini, bu lapor bapak lah bu biar nggak ada duri di keluarga ini bu,” ujarnya.
Namun menurut keterangan JPU, dalam BAP nya Kuat Maruf mengatakan agar tidak ada duri dalam rumah tangga bukan duri dalam keluarga.
Kalimat rumah tangga itu pun dipertanyakan oleh Jaksa, apa korelasi antara Brigadir J dengan rumah tangga Putri Candrawathi.
Jaksa juga meminta agar Kuat Maruf segera jujur.
“Saya udah dipenjara kurang jujur apa lagi. Bapak kan nggak mikirin saya, kalau bapak nggak percaya saya harus ngomong apa?” tanya Kuat Maruf.
Menurut Kuat Maruf, kalimat duri dalam rumah tangga yang ia katakan pada Putri Candrawathi merupakan hal spontan agar Istri Ferdy Sambo itu mau mengatakan apa yang terjadi.
“Saya tidak tahu bahasa seperti itu kenapa, saya pengen tahu ibu cerita apa yang terjadi jadi saya asal tembak aja bahasa itu keluar,” ujarnya.***