AYOJAKARTA.COM – Rizal Ramli, mantan menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Abdurrahman ‘Gus Dur’ Wahid, merasa pernah dibohongi tentang mobil Esemka.
Pernyataan Rizal Rami itu dia sampaikan lewat akun Twitter, @RamliRizal, yang memiliki 1 juta follower, pada Senin 14 November 2022.
“Ingin pesan 1 Unit Esemka @DonAdam68 karena saya pernah dikibuli langsung @jokowi di acara Metro TV sehingga sempat memuji Esemka. Panasaran, makanya pesan 1 unit. Apakah unit riil atau Steatlh (Ngilang)?”
Begitu tulis Rizal Ramli yang pernah diberhentikan sebagai menteri pada masa pemerintahan Presiden Jokowi jilid pertama.
Pembicaraan tentang mobil Esemka sejak kemarin ramai menjadi perbincangan di media sosial Twitter. Ada yang menyebut, mobil Esemka sekarang ini sudah dapat dipesan.
Akibat kicauannya itu, Rizal Ramli menjadi trending topic di Twitter. Sebagian netizen mendukung mantan menteri zaman Presiden Gus Dur, sebagian lagi justru menghujat Rizal Ramli.
Berdasarkan penelusuran Ayojakarta, pada September 2019, Menteri Perindustrian (Menperin) saat itu, Airlangga Hartarto menargetkan kehadiran mobil bermerek ESEMKA produksi PT Solo Manufaktur Kreasi dapat meningkatkan penyerapan komponen otomotif dalam negeri, khususnya yang diproduksi Industri Kecil dan Menengah (IKM).
“Saat ini, PT SMK telah bekerja sama dengan lebih dari 30 industri penyedia komponen otomotif lokal dan sudah melakukan persiapan untuk produksi massal,” kata Airlangga yang kini menjadi Menko Perekonomian, seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet.
Keterangan itu disampaikan Airlangga di sela-sela mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik sekaligus meluncurkan mobil Esemka produksi PT SMK, di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat 6 September 2019.
Menurut Airlangga, peresmian pabrik senantiasa memberikan efek berganda bagi perekonomian, seperti membuka lapangan kerja baru. “Pada tahap awal akan menyerap 300 tenaga kerja untuk satu shift. Kalau kapasitasnya nanti bertambah, tentu bertambah juga jumlah tenaga kerjanya. Ini untuk tenaga kerja lokal,” ungkapnya.
Baca Juga: Hmmm, Sidang Nikita Mirzani Ditunda 2 Pekan, Hakim Harus Ikut Lomba Tenis!
Baca Juga: Fakta Lain Tentang Ferdy Sambo, Versi Bripka RR: Gak Benar Tak Ada yang Berani Nolak Perintah FS
Terkait masa depan industri otomotif itu sendiri, Airlangga Hartarto optimistis ke depannya terus ekspansif seiring dengan adanya peningkatan investasi. Apalagi, bagi mereka yang menghasilkan produk di bawah Rp200 juta, seperti PT SMK ini dinilai punya peluang bisnis yang prospektif.
“Dengan harga tersebut, menjadi sarana migrasi bagi para pemilik motor yang ingin memiliki mobil pertama kali. Apalagi, PT SMK ini kan menghasilkan jenis pick-up, yang dapat menunjang produktivitas. Nah, seperti jenis komersial ini, dilihat juga yang penting itu kapasitas muatan isinya. Artinya, semakin bisa menampung banyak muatannya, potensi lakunya tinggi,” papar Airlangga.
Dia menyampaikan, pemerintah memberikan dukungan penuh dalam upaya pengembangan industri otomotif di Tanah Air. Sebab, industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang diprioritaskan agar mampu berdaya saing global berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0. “Kami juga dorong peran dari industri komponennya, sehingga terbentuk rantai pasok terintegrasi,” jelasnya.
Dalam proses produksinya, PT SMK berkomitmen untuk mengoptimalkan penggunaan komponen lokal. Ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) bersama Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) pada Agustus 2019 lalu di Jakarta.
Airlangga mengemukakan, banyak industri komponen kendaraan di dalam negeri telah menjadi bagian dari pemasok rantai nilai global. Secara nasional, saat ini terdapat 1.500 perusahaan komponen otomotif di Indonesia yang terbagi dalam Tier 1, Tier 2 dan Tier 3 yang tersebar di seluruh Indonesia terutama di provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kekuatan industri otomotif di Indonesia juga terlihat dari capaian ekspor produk otomotif dan komponennya yang terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2018, ekspor CBU sebanyak 265 ribu unit, kemudian CKD sekitar 82 ribu set, serta komponen lebih dari 86,6 juta pieces.
“Nilai ekspor komponen kita sudah menembus hingga 2,1 miliar dollar AS. Artinya, struktur dari sektor ini sudah cukup dalam. Contohnya, ekspor untuk ban kendaraan sekitar 1,2 miliar dollar AS. Selain itu, untuk sasis, kaca, dan kursinya sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Jadi, industri baja dan plastik kita sudah mampu kompetitif,” ujar Airlangga.
Baca Juga: Terpopuler! Bripka RR Ungkap Fakta Lain Tentang Ferdy Sambo, Ternyata Oh Ternyata...
Telah Memiliki TPT
Airlangga pun menuturkan, sebagai produsen otomotif, PT SMK telah memiliki Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) yang telah diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian untuk enam jenis kendaraan roda empat.
“Empat di antaranya merupakan kendaraan komersial tipe pick up single cabin yang diberi nama BIMA – ESEMKA, lalu satu tipe penumpang double cabin yang diberi nama DIGDAYA-ESEMKA dan satu tipe lagi kendaraan penumpang minivan dengan nama BORNEO-ESEMKA,” kata Menperin.
Sebagai principal otomotif nasional, saat ini PT SMK telah memiliki fasilitas produksi yang telah siap beroperasi, antara lain lini pengecatan body, lini perakitan mobil type monocoque, type chassis, gasoline engine, diesel engine, transmisi dan axle.
Kemudian, ada juga lini penyambungan transmisi motor diesel dan motor bensin, lini pengujian kendaraan statik atau elektronik, lini pengujian jalan, lini perbaikan kendaraan pascauji, area stock yard, show room dan fasilitas pendukung lainnya.
“Tentunya fasilitas produksi yang telah dimiliki PT SMK sebagai produsen mobil telah membawa pada suatu tahapan yang lebih maju dan layak untuk dapat memproduksi kendaraan roda empat. Ini kabar yang menggembirakan bagi industri otomotif di Tanah Air,” ungkap Airlangga.
Pada tahun pertama PT SMK akan memproduksi sebanyak 3.500 unit pick up BIMA-ESEMKA dengan kapasitas produksi total sebesar 12.000 unit per tahun.