AYOJAKARTA.COM -- Menjelang Lebaran 2025, salah satu perawatan paling penting untuk motor matic adalah mengganti oli secara rutin.
Sayangnya, masih banyak pengendara yang abai soal ini, padahal fungsi oli sangat krusial untuk menjaga performa mesin tetap optimal.
Oli berperan sebagai pelumas mesin agar komponen di dalamnya bergerak mulus, tidak cepat aus, dan tetap dingin saat motor digunakan.
Jika telat mengganti oli, efeknya bisa serius. Mulai dari mesin cepat panas, performa menurun, hingga risiko mogok atau bahkan turun mesin.
Jadi kapan waktu ideal ganti oli motor matic?
Mengutip dari situs resmi Evalube, idealnya penggantian oli motor matic dilakukan berdasarkan dua acuan, yaitu jarak tempuh dan waktu pemakaian.
1. Berdasarkan Jarak Tempuh
Motor matic sebaiknya mengganti oli setiap menempuh jarak 2.000 kilometer. Setelah melewati jarak ini, kualitas oli biasanya sudah menurun dan tidak lagi optimal melumasi mesin.
2. Berdasarkan Waktu Pemakaian
Bagaimana kalau motornya jarang dipakai? Tetap harus ganti oli? Jawabannya: ya. Walau belum menempuh 2.000 km, oli tetap wajib diganti minimal setiap 2 bulan sekali.
Kenapa begitu? Karena meskipun motor jarang dipakai, oli di dalam mesin tetap mengalami penurunan kualitas. Jika dibiarkan, hal ini bisa merusak komponen mesin dan bikin motor cepat bermasalah.
Lalu mana yang harus diikuti, ganti oli motor berdasarkan jarak atau waktu?
Prinsipnya sederhana, mana yang lebih dulu tercapai, itu yang harus jadi patokan untuk ganti oli.
Kalau jarak tempuh sudah 2.000 km sebelum 2 bulan, segera ganti oli.
Sebaliknya, jika sudah 2 bulan tapi belum mencapai 2.000 km, tetap harus ganti oli.
Agar motor matic kamu tetap awet, performa mesin terjaga, dan terhindar dari risiko mogok, jangan malas untuk rutin ganti oli.
Ingat, ganti oli motor matic jika sudah menempuh perjalanan 2.000 km atau setiap 2 bulan jika jarang dipakai perjalanan, utaman yang lebih dulu tercapai.