AYOJAKARTA.COM - Peringati Hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung tegaskan komitmen tingkatkan kualitas pendidikan warga ibu kota.
Hal ini disampaikan Pramono dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Balai Kota Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kebijakan pendidikan akan memiliki tiga program prioritas utama yakni:

- Pemutihan ijazah
- Pelepasan alumni SMK untuk bekerja ke luar negeri
- Penyaluran bantuan bencana yang terjadi di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Pada tahun 2026 ini, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pemutihan ijazah untuk 2.026 peserta didik dari berbagai jenjang yakni SD, SMP, SMA, SMK, hingga PKBM.
Program pemutihan ini bekerja sama dengan Baznas Bazis DKI Jakarta dengan total anggaran mencapai Rp3,9 miliar.
"Dan Pemerintah DKI Jakarta akan terus mengadakan program untuk mengirim, melepas alumni SMK bekerja ke luar negeri," ujar Pramono, di Balai Kota Jakarta, Senin (4/5).

Selain itu, Pemprov DKI juga telah mencairkan KJMU tahap pertama tahun 2026 kepada 15.825 mahasiswa, senilai Rp142 miliar.
"Sebagai bagian dari komitmen memperluas akses pendidikan tinggi dengan menyesuaikan jumlah penerima karena adanya mahasiswa yang lulus, cuti akademik, nilai akademik di bawah standar, meninggal dunia, atau menerima KIP Kuliah," jelas dia.
Terbaru, Pemprov DKI Jakarta diketahui membangun 103 sekolah swasta gratis, Pramono meyakini Jakarta akan bisa menjadi role model pendidikan bagi daerah lainnya.***