AYOJAKARTA.COM - Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menggelar Festival Budaya Maritim: Jejak Budaya Maritim Warisan Dunia sebagai proyek Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Pengantar Kebudayaan Sunda Tahun Akademik 2025/2026, dengan dosen pengampu; Dr. Undang Ahmad Darsa, M. Hum., Dr. Taufik Ampera, M. Hum., Dr. Teddi Muhtadin, M. Hum., Dr. Asep Yusup Hudayat, M.A., Rahmat Sopian, M. Hum., Ph.D., Dr. Asri Soraya Afsari, M. Hum., dan Dr, Taufik Rahayu, M. Hum.
Kegiatan Festival Budaya Maritim dilaksanakan pada hari Jumat, 5 Juni 2026 di Lapang Parkir Gedung A FIB Unpad, diikuti oleh mahasiswa dari sembilan program studi S1 yang secara kolaboratif menampilkan berbagai karya dan pertunjukan bertema budaya maritim.
Festival ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari karnaval budaya, pameran karya mahasiswa, pertunjukan seni, pemutaran video dokumenter, video kreatif, hingga peragaan busana yang mengangkat kekayaan budaya maritim Nusantara.
Melalui berbagai media ekspresi tersebut, mahasiswa diajak untuk memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai budaya Sunda dalam konteks kebudayaan maritim Indonesia yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah, identitas, dan peradaban bangsa.

Karnaval budaya menjadi salah satu atraksi yang menampilkan kreativitas mahasiswa dalam mengemas simbol-simbol budaya maritim ke dalam berbagai bentuk visual dan pertunjukan.
Sementara itu, pameran karya dan pemutaran video dokumenter memperlihatkan hasil kajian mahasiswa mengenai jejak budaya maritim, tradisi pesisir, teknologi pelayaran tradisional, serta nilai-nilai kearifan lokal yang masih hidup di berbagai daerah di Indonesia.
Tidak kalah menarik, pertunjukan seni dan peragaan busana menghadirkan interpretasi kreatif mahasiswa terhadap warisan budaya maritim melalui seni pertunjukan, musik, tari, serta desain busana yang terinspirasi oleh kehidupan masyarakat pesisir dan pelaut Nusantara.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang mengintegrasikan aspek akademik, penelitian sederhana, kreativitas, dan kerja sama lintas program studi. Koordinator Mata Kuliah Pengantar Kebudayaan Sunda sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Taufik Ampera, M.Hum., menjelaskan bahwa festival ini merupakan bentuk implementasi pembelajaran berbasis proyek yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di kelas ke dalam karya nyata.
“Melalui Festival Budaya Maritim ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep kebudayaan secara teoritis, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.

Tema budaya maritim dipilih karena Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki kekayaan budaya luar biasa dan perlu terus dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Taufik Ampera menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya.
“Kami berharap mahasiswa mampu memahami bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi untuk membangun masa depan. Festival ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan bahwa pembelajaran kebudayaan dapat dikemas secara inovatif, menarik, dan relevan dengan tantangan zaman,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan Festival Budaya Maritim, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran berharap dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai keberagaman budaya Indonesia sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya bangsa.
Festival ini juga menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menghasilkan karya-karya kreatif yang memberikan kontribusi bagi pelestarian dan pengembangan kebudayaan Indonesia, khususnya Pemajuan Kebudayaan Daerah.***