Pendidikan

Festival Budaya Maritim Unpad 2026: Kreativitas Mahasiswa Angkat Warisan Nusantara

Oleh: REDAKSI Sabtu 13 Jun 2026, 20:20 WIB
Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menggelar  Festival Budaya Maritim: Jejak Budaya Maritim Warisan Dunia sebagai proyek UAS Mata Kuliah Pengantar Kebudayaan Sunda Tahun Akademik 2025/2026 (Sumber: istimewa | Foto: istimewa)

AYOJAKARTA.COM - Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menggelar  Festival Budaya Maritim: Jejak Budaya Maritim Warisan Dunia sebagai proyek Ujian Akhir  Semester (UAS) Mata Kuliah Pengantar Kebudayaan Sunda Tahun Akademik 2025/2026,  dengan dosen pengampu; Dr. Undang Ahmad Darsa, M. Hum., Dr. Taufik Ampera, M.  Hum., Dr. Teddi Muhtadin, M. Hum., Dr. Asep Yusup Hudayat, M.A., Rahmat Sopian, M.  Hum., Ph.D., Dr. Asri Soraya Afsari, M. Hum., dan Dr, Taufik Rahayu, M. Hum.

Kegiatan Festival Budaya Maritim dilaksanakan pada hari Jumat, 5 Juni 2026 di Lapang Parkir Gedung A FIB Unpad, diikuti oleh mahasiswa dari sembilan program studi S1 yang secara  kolaboratif menampilkan berbagai karya dan pertunjukan bertema budaya maritim.

Festival ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari karnaval budaya, pameran  karya mahasiswa, pertunjukan seni, pemutaran video dokumenter, video kreatif, hingga  peragaan busana yang mengangkat kekayaan budaya maritim Nusantara.

Melalui berbagai  media ekspresi tersebut, mahasiswa diajak untuk memahami dan mengaktualisasikan  nilai-nilai budaya Sunda dalam konteks kebudayaan maritim Indonesia yang memiliki  keterkaitan erat dengan sejarah, identitas, dan peradaban bangsa.

Karnaval budaya menjadi salah satu atraksi yang menampilkan kreativitas  mahasiswa dalam mengemas simbol-simbol budaya maritim ke dalam berbagai bentuk  visual dan pertunjukan.

Sementara itu, pameran karya dan pemutaran video dokumenter  memperlihatkan hasil kajian mahasiswa mengenai jejak budaya maritim, tradisi pesisir,  teknologi pelayaran tradisional, serta nilai-nilai kearifan lokal yang masih hidup di berbagai  daerah di Indonesia.

Tidak kalah menarik, pertunjukan seni dan peragaan busana menghadirkan  interpretasi kreatif mahasiswa terhadap warisan budaya maritim melalui seni  pertunjukan, musik, tari, serta desain busana yang terinspirasi oleh kehidupan masyarakat  pesisir dan pelaut Nusantara.

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang  mengintegrasikan aspek akademik, penelitian sederhana, kreativitas, dan kerja sama  lintas program studi. Koordinator Mata Kuliah Pengantar Kebudayaan Sunda sekaligus Ketua Pelaksana  kegiatan, Dr. Taufik Ampera, M.Hum., menjelaskan bahwa festival ini merupakan bentuk implementasi pembelajaran berbasis proyek yang memberikan kesempatan kepada  mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di kelas ke dalam karya  nyata.

“Melalui Festival Budaya Maritim ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep  kebudayaan secara teoritis, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis,  kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.

Tema budaya maritim dipilih karena Indonesia  merupakan negara maritim yang memiliki kekayaan budaya luar biasa dan perlu terus  dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Taufik Ampera menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi  sarana untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya.

“Kami berharap mahasiswa mampu memahami bahwa budaya bukan  sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi untuk membangun masa  depan. Festival ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan bahwa  pembelajaran kebudayaan dapat dikemas secara inovatif, menarik, dan relevan dengan  tantangan zaman,” tambahnya.

Melalui penyelenggaraan Festival Budaya Maritim, Fakultas Ilmu Budaya  Universitas Padjadjaran berharap dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai  keberagaman budaya Indonesia sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas  budaya bangsa.

Festival ini juga menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di perguruan  tinggi dapat menghasilkan karya-karya kreatif yang memberikan kontribusi bagi  pelestarian dan pengembangan kebudayaan Indonesia, khususnya Pemajuan Kebudayaan  Daerah.***

Reporter REDAKSI
Editor Jinan Vania Barizky