AYOJAKARTA.COM -- PT Pertamina Patra Niaga melalui Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menerima kunjungan industri dari Ikatan Keluarga Mahasiswa Manajemen (IKAMMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berlangsung di Gedung Patraloka, Jakarta, pada Senin, 18 Mei 2026.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial biasa, melainkan sebuah forum strategis untuk mentransfer pengetahuan lapangan.
Para mahasiswa mendapatkan kesempatan emas untuk membedah secara langsung tata kelola manajemen korporat serta seluk-beluk proses bisnis sektor hilir minyak dan gas bumi (migas) yang dijalankan oleh PT Pertamina Patra Niaga.
Dalam sesi pemaparan materi, para mahasiswa UGM mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai peran vital perusahaan dalam mengawal kedaulatan energi di seluruh pelosok negeri.
Pertamina Patra Niaga mengelola jaringan infrastruktur raksasa yang bergerak secara simultan demi memastikan pasokan bahan bakar tidak terputus.
Proses bisnis hilir yang berliku ini melibatkan pengelolaan berbagai aset strategis, mulai dari kilang pengolahan, operasional armada kapal tanker pengangkut, hingga jaringan Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Tidak hanya berfokus pada pemenuhan energi fosil saat ini, perusahaan juga memaparkan peta jalan (roadmap) transisi energi bersih masa depan.
Pertamina kini tengah gencar mengembangkan inovasi produk ramah lingkungan seperti Biosolar B40 dan bahan bakar pesawat terbang berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Efisiensi dan keandalan menjadi dua pilar utama yang membuat pasokan energi di Indonesia tetap stabil di tengah gejolak pasar global. Integrasi seluruh lini logistik dari hulu ke hilir menjadi kunci keberhasilan Pertamina dalam melayani kebutuhan jutaan masyarakat setiap harinya.
Vice President Business Development & Subsidiary PT Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, menegaskan loyalitas perusahaan dalam menjaga stabilitas energi Tanah Air.
"Kami di Pertamina Patra Niaga memegang teguh komitmen untuk mengawal ketahanan energi nasional melalui jaringan distribusi yang tepercaya. Prioritas paling utama dari perusahaan adalah menjamin ketersediaan pasokan energi untuk seluruh lapisan masyarakat dengan cara memaksimalkan efisiensi rantai pasok operasional lewat pemanfaatan infrastruktur yang saling terintegrasi. Pembentukan Sub Holding Downstream menjadi wujud nyata dari kami untuk merealisasikan komitmen besar tersebut," urai Sigit secara mendalam di hadapan para peserta.
Pertamina Patra Niaga menyadari bahwa masa depan keberlanjutan energi berada di tangan generasi penerus. Oleh karena itu, korporasi secara konsisten menyediakan ruang diskusi interaktif serta pengalaman industri nyata bagi kalangan akademisi untuk menjembatani teori perkuliahan dengan dinamika dunia kerja.
Sigit menjelaskan bahwa perusahaan ingin para mahasiswa menyaksikan secara langsung kerumitan sekaligus kehebatan proses pengelolaan energi nasional di lapangan.
"Pihak kami berharap agar para mahasiswa bisa melihat fakta di lapangan mengenai cara pengelolaan energi nasional. Melalui program kolaborasi ini, kami ingin bertukar wawasan sekaligus menyuguhkan sudut pandang industri yang sesungguhnya, sehingga rekan-rekan mahasiswa dapat memahami secara lebih mendalam tentang bagaimana kehadiran pemerintah dan Pertamina dalam menjamin ketahanan energi untuk masa sekarang serta masa depan," kata Sigit secara lugas.
Inisiatif keterbukaan informasi dan edukasi dari pihak Pertamina mendapatkan respons yang sangat positif dari civitas akademika Universitas Gadjah Mada.
Program kunjungan ini dinilai memberikan dampak instruksional yang jauh lebih efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran satu arah di dalam ruang kelas.
Dosen Pembimbing IKAMMA FEB UGM, Dwi Astuti Barokah, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kesempatan berharga yang telah diberikan oleh PT Pertamina Patra Niaga kepada para mahasiswa jurusan Manajemen UGM.
"Kami menaruh harapan besar agar kunjungan industri ini dapat bertindak sebagai jembatan yang memberikan manfaat bagi para mahasiswa kami dalam menggali wawasan baru serta memahami lebih dekat atmosfer lingkungan kerja profesional. Semoga dari forum diskusi ini dapat memicu lahirnya ide-ide segar serta peluang kemitraan yang memberikan dampak positif bagi iklim akademik maupun sektor industri di masa yang akan datang," pungkas Dwi secara optimistis.
Melalui sinergi yang harmonis antara dunia pendidikan tinggi dan raksasa industri seperti PT Pertamina Patra Niaga pada pertengahan tahun 2026 ini, lahir sebuah optimisme baru.
Share this article
Mahasiswa FEB UGM bedah proses bisnis hilir migas di Pertamina Patra Niaga. Intip komitmen distribusi energi hijau dan K3 korporat!