AYOJAKARTA.COM - Ada 4 jurusan di kampus yang sepi peminat. Padahal peluang kerja menjanjikan dengan pendapatan yang akan diterima tak main-main.
Ada banyak jurusan di perguruan tinggi. Baik di rumpun saintek maupun soshum. Namun, sebagian besar jurusan yang dipilih adalah yang familiar di telinga orang.
Padahal ada loh, jurusan kuliah sepi peminat tapi peluang kerja menjanjikan sampai terima gaji 2 digit.
Apa saja keempat jurusan sepi peminat tersebut? Simak ulasan yang Ayojakarta kutip dari TikTok @pilihjurusan.id, Minggu 28 Juli 2024.
1. Jurusan Astronomi
Dilihat dari mananya, apakah sudah ada bayangan akan belajar apa di bangku kuliah nantinya?
Sesuai namanya Astronomi, mahasiswa di sini akan belajar semua hal tentang antariksa. Tak hanya sepi peminat, jurusan ini juga jadi satu-satunya di Indonesia.
Untuk peluang kerjanya sangat menjanjikan. Seperti bisa bekerja di LAPAN, BMKG hingga jadi astronot yang gajinya tak main-main.
Baca Juga: Gaji Bisa Capai 2 Digit, Ini Peluang Kerja untuk Lulusan Jurusan Teknik Informatika
2. Jurusan Sejarah
Bisa jadi jurusan ini sepi peminat, karena ketika duduk di bangku sekolah mata pelajaran ini cukup membosankan dan membuat mengantuk.
Padahal peluang kerjanya sangat menarik, loh!
Jika suka traveling, berbekal pengetahuan yang kamu pelajari di jurusan ini, kamu bisa jadi tour guide. Baik di dalam maupun luar negeri.
3. Jurusan Kehutanan
Tentu saja kuliah di kehutanan tidak harus selalu masuk hutan.
Peluang karir alumni Kehutanan bisa jadi peneliti di perusahaan dalam dan luar negeri hingga wirausahawan.
Bahkan tidak menutup kemungkinan jadi presiden juga, loh! Ingat, Presiden Joko Widodo itu alumni Kehutanan.
Baca Juga: Kamu Pecinta Alam Bingung Pilih Jurusan? Ketahui Perbedaan Jurusan Kehutanan dan Ilmu Lingkungan
4. Sastra Jawa
Kuliah di Sastra Jawa belajar apa saja, sih? Ngomong Bahasa Jawa?
Itu adalah anggapan yang salah. Karena mahasiswa akan belajar tentang sastra kebudayaan Jawa secara komprehensif.
Peluang kerja menjanjikan, kamu bisa jadi tour guide, penerjemah, penulis hingga tenaga pendidik.***