Pendidikan

Hari Terakhir Peserta KJP Plus Ajukan Sanggahan Jika Hasil Verifikasi Kelayakan Tak Sesuai Fakta di Lapangan, Ini Cara Akses Pengaduan

Oleh: Dyah Arum Ratri Sabtu 20 Jul 2024, 13:26 WIB
Banyak peserta KJP Plus yang menuturkan pengaduan jika hasil verifikasi kelayakan tersebut dianggap tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

AYOJAKARTA.COM -- Hari ini merupakan hari terakhir pengaduan hasil verifikasi kelayakan KJP Plus Tahap 1 Tahun 2024.

Sebagai informasi, pencairan KJP Plus Tahap 1 Tahun 2024 Gelombang II bulan Mei, Juni, dan Juli sudah dilaksanakan sejak 12 Juli 2024 lalu.

Dalam pencairan tahap ini ada sebanyak 73.508 peserta didik yang ditetapkan sebagai penerima KJP Plus Tahap 1 Tahun 2024 Gelombang II bulan Mei, Juni, dan Juli.

 Baca Juga: Status KJP Plus 57 Ribu Siswa Dibatalkan dan Verifikasi Tidak Sesuai, Ajukan Keluhan di Sini

Namun rupanya pencairan KJP Plus Tahap 1 Tahun 2024 Gelombang II bulan Mei, Juni, dan Juli ini tidak menjadi kabar baik bagi semua peserta KJP Plus.

Pasalnya, banyak peserta KJP Plus yang justru gagal cair setelah hasil verifikasi kelayakan diumumkan.

Para peserta KJP Plus tersebut gagal cair lantaran hasil verifikasi kelayakan menyatakan jika peserta tersebut golongan mampu.

 Baca Juga: KJP Plus Tahap 1 Gelombang 2 Mulai Dicairkan untuk 73.506 Peserta Didik di Jakarta, Ini Rincian Jumlah Penerimanya

Salah satu kategori yang menyebabkan peserta KJP Plus dinyatakan mampu adalah terkait dengan penggunaan listrik.

Selain itu peserta KJP Plus juga terdata memiliki kendaraan bermotor lebih dari satu, sebagian lagi tercatat memiliki kendaraan roda empat.

Tetapi, banyak peserta KJP Plus yang menuturkan pengaduan jika hasil verifikasi kelayakan tersebut dianggap tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

 Baca Juga: DITUTUP BESOK! Status Penerima KJP Plus Tahap 1 Gelombang 2 Dibatalkan tapi Verifikasi Kelayakan Tak Sesuai, Ini Cara Ajukan Pengaduan

Seperti yang disampaikan pemilik akun @pelepew3 yang berkomentar, “sama..Alasannya daya listrik 1300 watt rumah layak hunii. Padahal tetangga yg rumahnya lebih gede sama punya AC aj amasih dpt..”

“betul malah yg mampu bnyk yg cair yg ngga mampu ngga cair dengan alasan ngga masuk akal…Klo mmg dana nya udh ga ada stop aja semuanya jd ga dilempar sono sini yg listrik 1300 ga cair malah yg 2200 cair aneehhhhh…” komentar @ernifachrezy dikutip dari kolom komentar Instagram @upt.p4op.

Bahkan ada juga peserta yang menuturkan jika tidak pernah ada petugas yang melakukan survei langsung di rumahnya namun hasil verifikasi keluar dengan status penerimaan dibatalkan.

“data nya jg ngaco Bu, dan mmg ngga ada yg survey main tembak aja semua,” tulis @ernifachrezy lagi.

 Baca Juga: Gagal Verifikasi dan Status Penerima KJP Plus Tahap 1 Gelombang 2 Dibatalkan hingga Tak Terima Pencairan? Ini Penyebabnya

Untuk menanggapi berbagai keluhan dari peserta KJP Plus tersebut, pihak Pemprov DKI Jakarta sudah menyediakan layanan aduan.

Namun form pengaduan tersebut batas terakhir mengisi formulir aduan adalah hari ini, 20 Juli 2024.

“FORMULIR PENGADUAN KELAYAKAN KJP PLUS TAHAP I TAHUN 2024 PERIODE PENGADUAN TANGGAL 16 SAMPAI DENGAN 20 JULI 2024”

Untuk itu bagi peserta KJP Plus yang ingin mengajukan pengaduan bisa segera mengisi formulir yang bisa diakses melalui link berikut ini.

 Baca Juga: 57.000 Lebih Peserta Didik Gagal Cair KJP Plus Juli 2024, Penerima Keluhkan Soal Hasil Verifikasi Ulang!

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfJslyfAXalt3Sn6ZTRNcfaE1W-n2_-8Op0oCuzit4e1Ioy5w/viewform

Di formulir pengaduan tersebut, peserta KJP Plus akan diminta untuk mengisi beberapa data, seperti berikut ini.

Nama pelapor, NIK pelapor, Nomor HP Pelapor, Nama Siswa, NIK Siswa (16 digit), Alamat, Nama Sekolah, Kriteria Sanggahan Kelayakan, dan Uraian Laporan.***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil