AYOJAKARTA.COM -- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, mengkritik penghapusan jurusan di jenjang pendidikan SMA yang menjadi kontroversi.
Penghapusan jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA sudah mulai dilakukan secara bertahap sejak tahun 2021.
Namun Penghapusan jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA dinilai menimbulkan kontroversi oleh beberapa pihak.
Dede Yusuf mengkritik komunikasi yang tidak terkoordinasi antara Kemendikbud Ristek dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Menurutnya Dede Yusuf hal ini berdampak negatif pada penerapan di lapangan.
Dede Yusuf menjelaskan bahwa permasalahan ini sebenarnya sudah dibahas kurang lebih tiga tahun lalu dan diuji coba secara bertahap di beberapa sekolah penggerak.
Baca Juga: Ini Alasan Kemendikbud Ristek Terapkan Penghapusan Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA
“Masalah IPA IPS sudah dipresentasikan Kurang lebih 3 tahun yang lalu dan dibuat secara bertahap di beberapa sekolah-sekolah penggerak karena kami mengatakan tesnya laboratoriumnya adalah sekolah penggerak,” ujar Dede Yusuf dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube METRO TV pada Sabtu, 20 Juli 2024.
Inti dari masalah ini, menurut Dede, adalah kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemangku kepentingan lainnya.
“Inti dari masalah ini sebetulnya adalah di masalah komunikasi yang tidak terkoordinasi dengan baik antara pemerintah pusat stakeholder pendidikan dan lain-lain,” imbuhnya.
Namun, penerapan secara nasional baru dilakukan beberapa bulan terakhir, yang menimbulkan kesan pemaksaan program secara tiba-tiba.
“Sehingga kesannya seperti memaksakan sebuah program secara tiba-tiba,” ujarnya.
Sebelumnya hal ini sudah dibicarakan di DPR dan sudah berulang kali dikatakan untuk dikaji dengan baik.
“Sebetulnya tiba-tiba ya karena memang sudah dibicarakan di DPR dan kami selalu mengatakan kaji dulu dengan baik dan laboratorium itu adalah di sekolah penggerak,” pungkasnya.***