AYOJAKARTA.COM – Dijuluki sebagai induk ilmu pengetahuan, pilihan terhadap Jurusan Kuliah Filsafat bagi kebanyakan kalangan masih dianggap mengherankan.
Selain karena prospek kerja di dunia korporasi yang dianggap kurang menjanjikan, Jurusan Kuliah Filsafat juga terkadang sering dianggap sesat.
Di samping karena sering dianggap memperumit realita, Jurusan Kuliah Filsafat juga dicap menyebalkan lantaran sering mempertanyakan makna hingga ke lapisan paling mendasar.
Mempelajari bidang-bidang humaniora secara lebih mendasar dan mendalam, Jurusan Kuliah Filsafat cenderung dikultuskan sebagai ilmu teori yang nir aplikasi.
Memiliki banyak aliran dan spektrum pembahasan, ilmu filsafat cenderung menjadikan suasana hati nurani serta pikiran seseorang sebagai objek pengamatan.
Melalui bunyi nurani dan ide-ide dalam pikiran, jurusan kuliah Filsafat memperkenalkan batasan sehingga peran individu dalam peradaban dapat menjadi panduan.
Salah satu fungsi ilmu filsafat bagi peradaban manusia adalah menyusun dan membentuk konstruksi pikiran seseorang sehingga menjadi lebih jernih dan kokoh.
Baca Juga: Heboh Aturan Baru! Biaya Dinas Menteri Naik Drastis, Sri Mulyani Dituding Tak Prioritaskan Rakyat
Karena menyangkut perkembangan peradaban, jurusan kuliah Filsafat memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dengan sejarah besar manusia.
Para tokoh yang tercatat dalam sejarah dan peradaban manusia, menurut tinjauan ilmu Filsafat tidak lepas dari pemahamannya akan eksistensi secara pribadi.
Menjadi salah satu program studi yang dianggap sepi peminat, jurusan kuliah Filsafat mempelajari berbagai bidang ilmu pendukung.
Disamping Logika yang menjadi acuan dasar, mahasiswa jurusan kuliah Filsafat juga mempelajari secara lebih dalam perjalanan sejarah di dalamnya.
Baca Juga: Janji Tinggal Janji? Diskon Listrik 50 Persen Gagal Terealisasi, Sri Mulyani Beberkan Alasannya
Setiap bidang aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam keseharian, menurut kajian Filsafat memiliki akar gagasan sebelum mewujud menjadi tindakan.
Semakin terstruktur alur dan kuat konstruksi pikiran seseorang, Filsafat menganggap akan mendatangkan pribadi-pribadi dengan karakter terpuji.
Karena dianggap menjadi Induk Ilmu Pengetahuan, untuk mendalami jurusan kuliah Filsafat membutuhkan individu dengan kategori tertentu.
Selain harus rasional dan tekun, calon mahasiswa jurusan kuliah Filsafat juga memerlukan karakteristik yang berwawasan luas, analitik dan mental sebagai Problem Solver.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Cara Cek Nomor Sidanira untuk Pra-Pendaftaran SPMB Jakarta 2025
Meski sering dianggap sebagai jurusan kuliah yang ekslusif karena kurang menjual, lulusan Filsafat juga membuka berbagai peluang menjanjikan di dunia pekerjaan.
Disamping peluang menjadi Pejabat Pemerintahan dan Konselor, mahasiswa lulusan jurusan kuliah Filsafat juga berkesempatan menjadi Penulis Handal hingga Psikoterapis.
Berbekal sifat dinamis dan fleksibilitas bidang keilmuan yang digeluti, lulusan filsafat juga memiliki kesempatan berkarir di banyak sektor baik formal maupun non formal.
Dilatih menjadi individu dengan karakter yang Universal atau Luas, lulusan jurusan kuliah Filsafat memungkinkan memiliki berbagai bidang pekerjaan. ***
Baca Juga: Antigagal! Cara Pengajuan Akun SPMB Jakarta 2025 Jenjang SMP Mulai 2 Juni, Langsung Lolos Verifikasi