Pendidikan

Fakta Menarik Kuliah di Jurusan Kedokteran, Bisa Jadi Gambaran Buat Kamu yang Tertarik Menjadi Dokter!

Oleh: Muhammad Imansyah Sabtu 13 Jul 2024, 14:36 WIB
Ilustrasi jurusan kuliah kedokteran

AYOJAKARTA.COM - Dikutip dari akun TikTok @ruangguru, memulai perjalanan menjadi dokter dimulai dengan tahap praklinis, atau studi di universitas.

Selama 3,5 hingga 4 tahun, mahasiswa mendalami hubungan antara organ tubuh, penyakit, dan pengobatan.

Sebelum terjun lebih jauh, alangkah lebih baiknya Anda mengetahui fakta seputar jurusan kuliah kedokteran. Berikut ulasannya.

Struktur Studi Unik

Berbeda dengan jurusan lain, di jurusan kedokteran tidak menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS).

Baca Juga: Ini 10 Tips Android Hemat Baterai di HP Tanpa Aplikasi Tambahan

Sebaliknya, itu dibagi menjadi beberapa blok. Setiap semester terdiri dari empat blok, dengan setiap blok berfokus pada topik tertentu.

- Durasi Blok: Setiap blok berlangsung selama enam minggu.

- Ujian: Pada minggu ketujuh, mahasiswa harus mengikuti Ujian Blok untuk menilai pemahaman mereka terhadap tugas kuliah.

Praktikum

Selain teori, praktikum merupakan bagian penting dalam pendidikan kedokteran. Beberapa praktik dalam program Kedokteran antara lain:

- Praktikum Anatomi Praktis

- Praktikum Biokimia

Baca Juga: Alhamdulillah Bansos KJP Plus Tahap 1 Tahun 2024 Gelombang II Cair Untuk 73506 Siswa, Segini Besarannya

- Praktikum Histologi Umum

- Praktikum Kimia Medis

- Praktikum Mikrobiologi

- Praktikum Patologi Klinik

OSCE: Uji Kompetensi Praktik

Mahasiswa kedokteran menghadapi OSCE (Objective Structured Clinical Examination) setiap satu atau dua semester sekali.

Baca Juga: Apakah Kamu Termasuk Manusia Paling Langka di Planet Bumi? Inilah 7 Ciri Individu dengan Kepribadian INFJ

Uji kompetensi ini terdiri dari beberapa station yang masing-masing memiliki pemeriksa dan simulasi pasien yang menunjukkan gejala tertentu. Mahasiswa harus mendiagnosis kondisi pasien secara akurat.

Langkah Terakhir Menuju Wisuda

Setelah menyelesaikan OSCE, mahasiswa kedokteran harus menulis tugas akhir, serupa dengan jurusan kuliah lainnya.

Setelah berhasil menyelesaikannya, mereka lulus dengan gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked). Namun, gelar ini saja tidak memungkinkan mereka untuk melakukan praktik kedokteran.

Persyaratan Pasca-Kelulusan

Untuk melakukan praktik kedokteran, lulusan harus menjalani beberapa langkah tambahan:

- Program Koas: Magang klinis di rumah sakit.

Baca Juga: Hore! KJP Plus Tahap 1 Gelombang 2 Mei-Juli 2024 Cair untuk 73.506 Siswa SD, SMP, SMA-SMK, Ada Tambahan Dana Bantuan Lho

- UKMPPD : Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter

- Internship: Magang rumah sakit selama satu tahun untuk mendapatkan STR (Surat Tanda Registrasi).

STR sangat penting untuk bekerja di layanan kesehatan, membuka klinik swasta, atau melanjutkan pendidikan spesialis lebih lanjut.

Pertimbangan Finansial

Baca Juga: Tes Kepribadian: Manakah Wajah yang Tersenyum, Kanan atau Kiri? Hasilnya Ungkap Karakter Aslimu!

Program Kedokteran termasuk salah satu yang termahal, dengan biaya kuliah berkisar antara 18 hingga 40 juta rupiah per semester.

Biaya ini belum termasuk peralatan medis penting seperti stetoskop, sphygmomanometer (tensimeter), senter, dan lainnya.

Mempelajari Kedokteran adalah upaya yang ketat dan mahal yang membutuhkan dedikasi, studi ekstensif, dan pengalaman praktis.

Namun, penghargaan untuk menjadi seorang dokter yang berkualifikasi dan kemampuan untuk memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat menjadikan hal ini sebagai upaya yang berharga.***

Baca Juga: Tes Kepribadian: Panjang Rambut Ternyata Bisa Ungkap Sisi Positifmu, Kamu Tipe yang Mana?

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman