Pendidikan

Dibiayai Penuh! Beasiswa MTCP Pemerintah Malaysia 2025-2026 untuk Mahasiswa Internasional Resmi Dibuka

Oleh: Deba Lauda
Pemerintah Malaysia kembali membuka pendaftaran untuk Malaysian Technical Cooperation Programme (MTCP) Scholarship tahun akademik 2025-2026.

AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Malaysia kembali membuka pendaftaran untuk Malaysian Technical Cooperation Programme (MTCP) Scholarship tahun akademik 2025-2026.

Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan studi Magister di universitas-universitas terkemuka di Malaysia.

Sebagai beasiswa penuh, MTCP mencakup berbagai fasilitas yang mendukung studi dan kehidupan mahasiswa selama di Malaysia.

MTCP adalah inisiatif Pemerintah Malaysia yang bertujuan untuk mempererat hubungan diplomatik.

Baca Juga: Dana PKH BPNT Tahap 2 Dipastikan Cair di Minggu Keempat Mei 2025, Tapi KKS Mandiri Positif Lebih Dulu

Terutama kerja sama pembangunan dengan negara-negara berkembang melalui pendidikan.

Program ini menawarkan beasiswa penuh bagi mahasiswa internasional untuk menempuh S2 atau studi Magister.

Penerima beasiswa MTCP akan mendapatkan:

- Tunjangan biaya kuliah.

- Tunjangan hidup sebesar RM 3.500 per bulan.

- Tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi dari bandara internasional terdekat ke Malaysia.

- Tunjangan buku, alat tulis, sewa apartemen, tesis, pelatihan praktis, dan akhir studi.

- Biaya visa dan klaim medis.

- Asuransi kesehatan selama masa studi.

Beasiswa MTCP mencakup berbagai bidang studi, antara lain:

- Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Teknik (kecuali keperawatan, kedokteran, dan farmasi klinis).

- Ekonomi, Keuangan, Manajemen, dan Perbankan.

- Ilmu Sosial dan Humaniora.

- Teknologi Informasi dan Komunikasi.

- Hubungan Internasional dan Ilmu Politik.

- Pertanian dan Akuakultur.

- Pendidikan.

Baca Juga: Kabar Baik! Pencairan TPG Triwulan 2 Dipercepat dan Usulan Rp25 Juta untuk Gaji Ideal Guru, Mungkinkah Terwujud?

Mahasiswa dapat memilih untuk belajar di salah satu dari banyak universitas terkemuka di Malaysia, seperti:

- Universiti Malaya (UM)

- Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)

- Universiti Sains Malaysia (USM)

- Universiti Putra Malaysia (UPM)

- Universiti Teknologi Malaysia (UTM)

Persyaratan dan Kelayakan Untuk mendaftar, pelamar harus memenuhi kriteria berikut:

- Berusia tidak lebih dari 45 tahun pada saat pendaftaran.

- Memiliki gelar Sarjana dengan IPK minimal 3.5 atau setara.

- Memiliki sertifikat kemahiran bahasa Inggris (IELTS minimal 6.0 atau TOEFL iBT minimal 60), atau bukti bahwa program sebelumnya diajarkan dalam bahasa Inggris.

- Telah mendapatkan surat penerimaan atau penawaran bersyarat dari universitas di Malaysia.

- Sehat secara fisik dan mental, dibuktikan dengan pemeriksaan medis.

Baca Juga: Info Sekolah Kedinasan 2025: SPMB Politeknik Statistika STIS Kapan Dibuka? Berikut Jalur, Syarat dan Tahapan Penerimaan

Dokumen yang Diperlukan

Pelamar harus menyiapkan dan mengunggah dokumen berikut dalam format PDF:

- Formulir aplikasi online yang telah diisi.

- Surat penerimaan atau penawaran bersyarat dari universitas di Malaysia.

- Dua surat rekomendasi.

- Pernyataan niat atau tujuan studi.

- Transkrip akademik dan ijazah yang telah disahkan.

- Penjelasan sistem penilaian dari universitas asal.

- Curriculum Vitae (CV) terbaru.

- Sertifikat kemahiran bahasa Inggris (jika berlaku).

- Salinan paspor yang masih berlaku minimal enam bulan.

- Formulir pemeriksaan medis sesuai format MTCP.

Cara Mendaftar

Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi MTCP. Pelamar harus terlebih dahulu mendapatkan surat penerimaan atau penawaran bersyarat dari universitas di Malaysia sebelum mengajukan aplikasi beasiswa.

Baca Juga: Kapan Pengumuman Kelulusan Seleksi PPPK Tahap 2 2024? Ini 6 Cara Alternatif Cek Nilai dan Perangkingan

Batas Waktu Pendaftaran

Pendaftaran beasiswa MTCP untuk tahun akademik 2025-2026 dibuka mulai 12 Mei 2025 dan akan ditutup pada 13 Juni 2025.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, kunjungi situs resmi MTCP Scholarship: mtcp.kln.gov.my.***

Reporter Deba Lauda
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil