AYOJAKARTA.COM -- Penerbitan Nomor Registrasi Guru (NRG) melalui portal Info GTK yang telah dinanti-nanti akhirnya diresmikan, memberikan angin segar bagi para pendidik di seluruh Indonesia.
Dr. Nunuk, M.Pd., selaku Plt. Direktur Jenderal Guru dan tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek menyampaikan pernyataan resminya.
"Penerbitan NRG melalui Info GTK merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengoptimalkan sistem administrasi pendidikan nasional," kata Nunuk.
Baca Juga: Perbedaan NRG dan KSG, Apakah Perlu Input NRG di Dapodik? Simak Penjelasan Ini Ya...
Dia mengataklan, pihaknya telah mempersiapkan infrastruktur digital yang terintegrasi untuk memastikan proses ini berjalan lancar, mulai dari penerbitan hingga validasi data untuk pencairan tunjangan.
"Para guru dapat mengakses NRG mereka secara real-time dan melanjutkan proses administrasi dengan lebih efisien," jelas Nunuk.
Nunuk menekankan bahwa sistem ini dirancang untuk meminimalisir kendala birokrasi yang selama ini sering dihadapi para guru.
Dalam sesi penjelasan teknis, Dr. Ahmad Syaiful, M.Pd., Kepala Subdirektorat Kesejahteraan, Penghargaan, dan Perlindungan Guru, memberikan paparan detail mengenai prosedur yang harus diikuti setelah NRG terbit.
"Setelah guru memastikan NRG mereka telah terbit di Info GTK, langkah berikutnya adalah koordinasi dengan operator sekolah," kata Ahmad.
Menurut Ahmad, data NRG harus diinput dengan teliti ke dalam sistem Dapodik, mencakup verifikasi nomor unik pendidikan dan tenaga kependididkan, kualifikasi sertifikasi, serta beban mengajar.
Dia menjelaskan, sinkronisasi data dengan sistem pusat menjadi tahapan krusial yang tidak boleh dilewatkan.
"Kami menyarankan para guru untuk menyimpan bukti screenshot atau print out info GTK sebagai arsip pribadi," jelasnya.
Ahmad menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan tim khusus di setiap daerah untuk membantu proses validasi data.
Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., selaku Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) turut memberikan tanggapan positif atas perkembangan ini.
"PGRI menyambut baik terobosan digitalisasi administrasi guru ini. Kami berkomitmen penuh untuk mendampingi para guru dalam setiap tahapan prosesnya," katanya.
Dia menyebutkan, Tim PGRI di seluruh Indonesia telah diinstruksikan untuk memberikan pendampingan teknis, mulai dari pengecekan NRG hingga memastikan validitas data untuk pencairan TPG.
Pihaknya juga telah menyiapkan help desk di setiap cabang PGRI untuk membantu jika terjadi kendala dalam proses validasi data.
Baca Juga: Kenapa NRG Belum Keluar di InfoGTK padahal Sudah Lulus Piloting PPG 2024? Simak Penjelasan Ini
"Para guru tidak perlu khawatir, karena ini adalah langkah positif menuju sistem administrasi pendidikan yang lebih modern dan efisien," tegasnya dalam pertemuan koordinasi nasional PGRI.
Dia pun mengumumkan bahwa PGRI akan menyelenggarakan serangkaian workshop daring untuk membantu para guru memahami setiap detail prosedur yang harus dilakukan.***