AYOJAKARTA.COM - Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di tahun 2025, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, baru-baru ini meluncurkan konsep pembelajaran bermakna atau Deep Learning.
Konsep ini bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga lebih relevan dengan kehidupan nyata siswa.
Melalui konsep pembelajaran Deep Learning, materi yang diajarkan dapat dipahami secara mendalam oleh siswa.
Pembelajaran bermakna ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa banyak kelas yang cenderung membosankan.
Bahkan banyak siswa yang merasa tidak tertarik atau mengantuk selama pelajaran.
Untuk itu, konsep Deep Learning mengedepankan empat prinsip utama, yaitu relevansi, tantangan, interaksi, dan daya tarik.
Pembelajaran harus dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa, memicu rasa ingin tahu dan tantangan, serta menggunakan media pembelajaran yang menarik.
Sejumlah alat peraga dan model pembelajaran, seperti Frayer Model, juga disarankan untuk diterapkan di kelas.
Frayer Model adalah teknik yang digunakan untuk membantu siswa memahami konsep secara mendalam.
Pengajar atau fasilitator akan menggunakan teknik tersebut melalui analisis kata, termasuk definisi, karakteristik, contoh, dan non-contoh.
Model ini memungkinkan siswa untuk aktif terlibat dalam pembelajaran dan membuat mereka lebih memaknai materi yang dipelajari.
Selain itu, konsep pembelajaran bermakna juga dapat diterapkan dengan menggunakan alat peraga sederhana.
Misalnya, untuk menjelaskan konsep keimanan, guru dapat menggunakan balon dan jarum.
Balon yang dilapisi selotip dapat bertahan lebih lama, menggambarkan bagaimana iman dapat melindungi seseorang dari godaan.
Konsep ini diharapkan dapat mengubah kelas menjadi lebih dinamis, menghidupkan suasana belajar, dan memotivasi siswa untuk lebih bersemangat dalam belajar.
Pembelajaran yang bermakna akan membuat waktu pelajaran terasa lebih singkat dan siswa lebih senang menyerap materi.
Dengan pendekatan ini, diharapkan pendidikan dapat lebih relevan dan berdampak positif pada perkembangan siswa.***