AYOJAKARTA.COM - Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Transformasi 2025 menandai era baru dalam pengembangan profesionalisme guru madrasah dengan menerapkan sistem pembelajaran sepenuhnya online melalui platform Learning Management System (LMS).
"Sistem pembelajaran digital ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dan fleksibel bagi para guru," ungkap Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Abu Rahmat.
Platform LMS yang dikelola oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) akan menjadi pusat aktivitas pembelajaran, di mana peserta dapat mengakses modul-modul pembelajaran, mengikuti sesi pendampingan virtual, dan mengunggah tugas-tugas mereka.
Sistem ini dilengkapi dengan fitur forum diskusi, perpustakaan digital, dan sistem penilaian terintegrasi yang memungkinkan pemantauan kemajuan peserta secara realtime.
Komponen pendampingan dalam sistem pembelajaran online PPG Transformasi 2025 mengadopsi pendekatan synchronous dan asynchronous.
"Kami menggabungkan pertemuan virtual langsung dengan dosen pembimbing dan materi pembelajaran mandiri untuk memastikan fleksibilitas tanpa mengorbankan kualitas interaksi," jelas tim pengembang program dalam dokumen teknisnya.
Sesi synchronous meliputi webinar, diskusi kelompok virtual, dan konsultasi online dengan fasilitator.
Sementara untuk komponen asynchronous mencakup penyelesaian modul pembelajaran mandiri, pengerjaan tugas, dan pembuatan video Uji Kinerja (Ukin).
Peserta akan mendapatkan akses ke sistem pendampingan virtual yang memungkinkan mereka berkonsultasi dengan dosen pembimbing dan berkolaborasi dengan sesama peserta melalui fokum diskusi online.
Sistem penilaian dalam pembelajaran online PPG Transformasi 2025 menerapkan pendekatan komprehensif berbasis teknologi.
Setiap peserta akan dinilai melalui berbagai instrumen digital, termasuk kuis online, tugas terstruktur, portofolio digital, dan video Ukin.
Baca Juga: Pendaftaran KJP Plus 2025 Dibuka, Bawa 4 Dokumen Ini Saat Mendaftar agar Tidak Tertolak!
"Video Uji Kinerja menjadi komponen penting dalam penilaian, di mana guru harus merekam proses pembelajaran selama dua jam tanpa jeda dan mengunggahnya ke platform LMS untuk dievaluasi," tegas tim penilai program.
Untuk mendukung kelancaran pembelajaran online, setiap LPTK menyediakan helpdesk virtual dan panduan teknis yang dapat diakses 24/7.
Peserta juga akan mendapatkan pelatihan orientasi penggunaan platform LMS sebelum program dimulai.
Hal ini bertujuan untuk memastikan mereka dapat memanfaatkan semua fitur pembelajaran digital secara optimal.