AYOJAKARTA.COM - Melalui akun Instagram @marshanda99 pada Jumat(5/8/2022), Marshanda mengaku bahwa ia mengidap gangguan kesehatan mental bipolar.
Mantan istri Ben Kasyafani ini juga mengungkapkan fakta di balik kabar menghilangnya dirinya saat sedang liburan di Los Angeles Amerika Serikat yang mengjutkan publik beberapa waktu lalu.
Dalam postingannya bersama Alvin Adam @alvinadam1 yang diunggah pada Jumat (5/8/2022), perempuan yang akrab disapa Caca ini mengaku saat itu ia sedang mengalami masalah cukup pelik.
Bersama Alvin Adam, Marsanda mencurahkan segala isi hatinya.
Mengaku pernah bangkrut, keadaan psikis yang dideritanya sampai hilang di Los Angeles semua hal tersebut Caca ceritakan pada Alvin.
Caca mengaku didiagnosis bipolar, dan dia mengatakan bahwa harus minum obat dan harganya mahal.
Seiring berjalannya waktu, Caca mengatakan bahwa dia mencari cara agar tetap stabil dan sehat tanpa konsumsi obat-obatan.
Baca Juga: Marshanda Ceritakan Pengalaman Pahit Masuk Rumah Sakit Jiwa di Amerika
Untuk diketahui bahwa bipolar merupakan suatu bentuk gangguan kesehatan mental.
Berikut penjelasan lengkap tentang Bipolar yang dirangkum AyoJakarta.com dari berbagai sumber, Sabtu (6/8/2022).
Gangguan bipolar merupakan suatu gangguan mental yang ditandai dengan perubahan yang drastis pada suasana hati.
Penderita gangguan ini bisa merasa sangat bahagia kemudian berubah menjadi sangat sedih.
Gangguan bipolar ini bisa diderita oleh seseorang seumur hidup sehingga dapat mempengaruhi aktivitas penderitanya.
Dalam kasus ini ada beberapa gejala utama pada gangguan bipolar adalah perubahan suasana hati (mood) yang berubah secara drastis.
Perubahan mood ini bisa terjadi dalam hitungan jam, hari, atau bulan. Gejala bipolar ini seperti:
- Perasaan bahagia atau antusias.
- Semangat yang menggebu-gebu.
- Berkurangnya minat pada suatu kegiatan atau pekerjaan.
- Sulit tidur atau insomnia.
- Perasaan bersalah secara berlebihan.
Baca Juga: Ebselen, Obat Bipolar yang Berpotensi Menjadi Vaksin Corona
Pengobatan bipolar dapat dilakukan berupa pemberian obat-obatan dan psikoterapi.
Pengobatan gangguan bipolar ini bertujuan untuk mengurangi frekuensi munculnya gejala, membantu penderita kembali beraktivitas seperti biasanya, dan menurunkan risiko mengalami gangguan kesehatan lainnya.
Sampai saat ini, belum ada metode yang dapat mencegah gangguan bipolar.
Namun, untuk mengurangi kambuhnya gejala, penderita dianjurkan untuk rutin mengonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter atau menjalani psikoterapi.
Dikutip dari pakdosen.co.id pada Jumat (5/8/2022), ada beberapa ciri-ciri Bipolar yang bisa kamu rasakan seperti:
- Mudah merasa sedih, tapi juga merasa sangat tertekan dan hilang harapan.
- Terjadinya perubahan mood terjadi secara tiba-tiba dan tanpa sebab.
- Waktu tidur tidak teratur atau perubahan berat badan dan nafsu makan.
- Mudah merasa sangat bahagia, namun juga diiringi dengan energi yang melonjak dan rasa percaya diri yang tinggi.
- Sering berpikir untuk bunuh diri.
- Terus-terusan merasa diri bersalah, tidak berguna, atau tidak layak.
- Merasa agresif dan konfrontasional.
- Kesulitan tidur dalam beberapa hari.
Baca Juga: Kenali Bipolar, Rasa Kehilangan Signifikan Salah Satunya
Dalam kasus bipolar sendiri ada beberapa faktor penyebab seseorang mengalami bipolar di antaranya sebagai berikut:
- Stres tinggi
Dalam periode ini, stres yang tinggi akan memiliki kecenderungan seseorang tidak dapat menggunakan otak atau logikanya dengan baik.
Untuk kasus ini banyak orang melakukan hal yang tidak baik bagi kesehatannya sebagai bentuk pelarian, misalnya minum-minuman beralkohol dan memakai obat-obatan terlarang.
- Anggota Keluarga dengan gangguan mental
Jika ada seseorang memiliki anggota keluarga yang menderita bipolar disorder maupun gangguan kondisi mental lainnya maka kemungkinan besar orang tersebut juga bisa terserang.
- Kesedihan mendalam
Dalam hal ini risiko seseorang terkena bipolar juga bisa disebabkan karena sedang mengalami kesedihan yang sangat mendalam karena kematian seseorang yang disayangi, atau sedang merasa sangat kehilangan.
- Kondisi Otak
Terkadang otak dapat mengalami berbagai bentuk perubahan fisik yang dapat mempengaruhi tingkat bahan kimia otak yang ada di dalamnya.
Cairan-cairan kimia (Norepinefrin, dopamin, dan serotonin) pada otak penderita bipolar berada dalam kondisi yang tidak seimbang sehingga membuat kondisi emosi seseorang tidak stabil.
- Faktor Genetik
Ketika salah satu orang tua mengidap gangguan bipolar maka risiko mewariskannya kepada anaknya sebesar 15% – 30%.
Namun, bila kedua orang tua mengidap bipolar disorder maka risiko mewariskan kepada anaknya meningkat menjadi 50% – 75%.
- Pengaruh Lingkungan
Kasus bipolar ini bisa disebabkan juga oleh pengaruh lingkungan penderita.
Misalnya karena lingkungan kerja yang mengakibatkan perasaan stres, atau stres karena peristiwa di masa lalu, rendahnya rasa kepercayaan diri, serta mengalami suatu kehilangan yang sangat tragis.
- Kecanduan Minuman Alkohol
Biasanya orang pengidap bipolar akan merasa banyak masalah dan tidak tenang.
Dia cenderung melampiaskannya dengan minum alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang untuk menenangkan diri.***