AYOJAKARTA.COM– Seks merupakan salah satu hal penting dalam sebuah rumah tangga yang bahagia. Namun sayang, seiring bertambahnya usia pernikahan, kebanyakan Pasutri justru makin jarang melakukan hubungan intim.
Banyak hal yang mungkin mempengaruhi ini, mulai dari stres pekerjaan, kelelahan beres-beres rumah, sampai kerepotan mengurus anak.
Di kanal YouTube Sonora FM yang diunggah pada 14 Desember 2021, Seksolog dr Boyke memberikan solusinya.
Baca Juga: Masuk DPO, KPK Sebar Ciri-Ciri Fisik Mardani Maming ke Publik
Hubungan intim tidak hanya sekadar untuk saling memuaskan dan membahagiakan pasangan satu sama lainnya.Tapi hubungan intim juga bisa membuat hubungan suami dan istri menjadi lebih erat, hangat, serta semakin harmonis.
Pertama yang harus dilakukan adalah terapi.
"Perlu terapi ya, kita akan bantu," kata dr Boyke dalam video tersebut.
Untuk cara yang satu ini, jika diperlukan dokter akan memeriksa kadar hormon dalam wanita tersebut. Khususnya hormon yang bertalian dengan gairah berhubungan intim.
dr Boyke menyebutkan bahwa pada wanita yang akan masuk usia menopause atau bahkan dalam usia menopause, kerap ditemukan kadar estrogen yang sangat rendah.
"Itu juga kita harus bantu," beber dr Boyke.
Tips kedua adalah obat.
"Kadang kita juga akan bantu dengan obat-obatan ya”.
Misalnya memasuki usia menopause, kita kasih menoherbs atau kita kasih krim," jelasnya.
Usaha memberikan obat hingga krim tersebut bertujuan untuk merangsang sang istri.
Sehingga bisa meningkatkan gairah untuk berhubungan intim dengan suaminya.
Baca Juga: Dr Boyke Bilang Wanita Sulit Orgasme karena Hal Ini
Tips ketiga adalah bahagia dan sehat.
Meski terdengar mudah, sayangnya dua hal ini menjadi sulit dicapai bagi beberapa pihak.
Hal itu dikarenakan banyaknya tekanan hidup atau pekerjaan, sehingga kebahagiaan dalam rumah tangga menjadi hal yang sulit dicapai.
Dokter Boyke mengatakan pada dasarnya, ketika wanita menjalani kehidupan dengan sehat, bahagia, dan penuh cinta dengan pasangan, biasanya keluhan ini jarang ditemukan.
"Wanita-wanita yang banyak mengalami gangguan adalah wanita-wanita yang terlalu ambisius, terlalu mementingkan pekerjaan ketimbang happy-happy," bebernya.
"Yang di dalam hidupnya penuh dengan target-target yang harus dicapai," ujarnya.