SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Perkembangan teknologi saat ini memang tidak bisa dihindari. Ibarat mata pisau, perkembangan teknologi memiiki sisi positif dan negatifnya, sehingga perlu kebijaksanaan dalam menggunakannya.
Seperti contoh, penggunaan gadget atau gawai kepada anak. Jika tidak ada peran orang tua untuk mengontrol anak mengakses gadgetnya, sejumlah dampak negatif seperti kecanduan gawai akan dialami oleh anak.
“Ketika perkembangan teknologi ini tidak diimbangi peran orang tua, ini akan mengkhawatirkan tumbuh kembang anak,” ujar Kepala Seksi Perlindungan Anak DP3AP2KB Jateng, Isti Ilma Patriani, dalam acara live instagram bersama Siti Atiqoh Ganjar Pranowo, Kamis (9/7/2020).
AYO BACA : Kenali Gejala Anemia Berat pada Anak
Isti menerangkan, kecanduan gadget akan menyebabkan sejumlah gangguan tumbuh kembang anak. Seperti memengaruhi kesehatan mata, dan sulitnya konsentrasi bagi anak.
“Lalu gangguan tidur, ketidakseimbangan motoric, dan gangguan intelaktual. Sehingga akan berdampak pengaruhnya pada prestasi belajarnya juga,” imbuhnya.
Isti pun menyayangkan, saat ini masih banyak orang tua yang memberikan akses gadget kepada anak yang di bawah 2 tahun. Menurutnya, jika hal tersebut akan memengaruhi gangguan keterlambatan bicara pada anak.
AYO BACA : Orang Tua Perlu Pedoman untuk Mendampingi Anak Belajar di Rumah
“Menurut reverensi yang saya baca, 70 persen orang tua memperbolehkan anaknya mengakses gadget di usia anak 0-4 tahun. Dan 65 persen orang tua akan memberikan gadget untuk menenangkan anaknya saat rewel. Ini yang perlu jadi perhatian,” katanya.
Ia pun menerangkan lebih lanjut, seorang anak yang sudah mengalami kecanduan gadget atau gawai bisa dilihat dari perubahan perilakunya.
“Kecanduan gawai bisa dilihat dari reaksi anak. Misal dia marah-marah saat gawainya diambil. Ini harus diwaspadai. Kemudian dia menjadii tidak tertarik terhadap sekitarnya selain menggunakan gadget. Yang paling parah, kecanduannya akan seperti kecanduan narkoba, jadi anak merasa ketagihan dan ingin menggunakan gadget lagi dan lagi,” terangnya.
Pihaknya pun berharap, orang tua bisa menjalin komunikasi yang intens kepada anak. Terlebih di masa pandemi saat ini, di mana penggunaan gadget atau gawai harus lebih mendapat kontrol dari orang tua.
“Selain menjalin komunikasi dua arah kepada anak dengan intens, kalau kita gak ingin anak kecanduan gadget, kita sebagai orangtua harus memberikan contoh kepada anak,” ucapnya.
"Jadi tidak serta-merta juga kita melarang anak gak boleh pegang hp, tapi anak kita dorong melek tekonologi dengan pengawasan kita sebagai orang tua. Kita harus tanamkan kepada anak, mana yang boleh dan tidak boleh diakses,” tambahnya. (Vedyana)
AYO BACA : Psikologi Kreatif Dibutuhkan Atasi Stres Ibu Rumah Tangga di Tengah Pandemi