Sehat

Dinkes DKI Jakarta Tetap Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Campak Jelang Lebaran 2026 Meski Kasus Nihil

Oleh: Desi Kris Rabu 11 Mar 2026, 11:06 WIB
Ilustrasi.Virus Campak (Sumber: pixabay/ iXimus)

AYOJAKARTA.COM - Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit campak menjelang libur dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M.

Langkah ini dilakukan meskipun hingga saat ini tidak ditemukan kasus campak di wilayah Ibu Kota.

Kendati demikian, antisipasi mulai diperketat mengingat adanya tren kenaikan kasus di daerah penyangga Jakarta.

Disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, saat ini pihaknya telah melakukan pemantauan kasus campak dengan sistem surveilans di berbagai fasilitas kesehatan (faskes).

Baca Juga: Jakpro Siapkan Tayangan Variatif dan Perbaikan Layanan Planetarium Saat Libur Lebaran 2026

"Campak saat ini di Jakarta belum ditemukan ada yang positif. Jadi kami melakukan pemantauan dengan lakukan surveilans," ujar Ani.

Menurutnya, ada beberapa lokasi faskes yang menjadi lokasi surveilans.

Ani pun menyampaikan, jika nanti ditemukan pasien dengan gejala campak maka bisa segera ditangani dan dilakukan pemeriksaan di laboraturium.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi pasien.

Meski di Jakarta sendiri masih nihil kasus campak, kata Ani, daerah di sekitar Jakarta memang sudah mulai ada.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Pengelolaan Sampah, DLH DKI Jakarta Operasikan RDF Plant Rorotan Kapasitas 300 Ton per Hari

Ia lantas menjelaskan kelompok yang berisiko tertular campak dengan mudah adalah anak-anak, terutama bayi dan balita.

Sebab, kondisi daya tahan butuh bayi dan balita masih lemah.

Ani pun mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hari saat berinteraksi dengan anak kecil.

Terutama selama masa silaturahmi saat Lebaran.

Baca Juga: Antisipasi Kasus Lonjakan Campak, Dinkes DKI Sebut Jakarta Tidak Ada Kasus Positif

Untuk antisipasi kasus campak di ibu kota, Dinkes DKI Jakarta saat ini fokus melakukan pemantauan secara ketat terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Ia menduga bahwa potensi munculnya kasus campak ini adalah dampak dari masa pandemi Covid-19, di mana cakupan vaksinasi campak di banyak daerah belum mencapai target 100 persen.

Selain itu, program imunisasi massal saat ini juga belum dilakukan karena belum ditemukan kasus aktif di Jakarta.***

TAGS:
Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris