AYOJAKARTA.COM – Salah satu penyakit yang penyebarannya sangat tinggi ialah campak. Penyakit ini bahkan dikenal sebagai salah satu penyakit paling menular di dunia.
Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), lonjakan kasus campak mulai terasa sejak tahun 2025 hingga awal 2026.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa campak bukanlah penyakit biasa. Tingkat penularannya bahkan lebih tinggi dibandingkan virus Covid-19.
"Jadi campak itu adalah penyakit yang paling menular. Kalau dulu Covid-19 ada yang namanya reproduction rate, jadi satu orang menularkan ke dua atau tiga orang. Campak itu satu orang bisa menularkan ke 18 orang," ujar Menkes Budi, dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber pada Jumat, 6 Maret 2026.
Bahkan Indonesia termasuk 5 negara dan berada di posisi kedua yang memiliki kasus lonjakan tertinggi di dunia dalam 6 bulan terakhir di angka 10.744 kasus.
Sedangkan untuk peringkat pertama ada di negara Yaman dengan 11.288 kasus.
Walaupun begitu, penyakit campak memiliki obat pencegah yang sangat efektif.
Baca Juga: Bangga Banget! DKI Jakarta Punya 95 Total Sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Apa Itu Penyakit Campak?
Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular yang disebabkan oleh virus rubeola. Virus ini menyebar melalui percikan droplet dari batuk atau bersin penderita serta kontak dengan permukaan yang terkontaminasi virus.
Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, terutama yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Campak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak (ensefalitis), hingga kematian, terutama pada bayi dan anak dengan daya tahan tubuh rendah.
Gejala Campak
Gejala campak biasanya muncul 10 hingga 14 hari setelah terpapar virus. Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain:
- Demam tinggi
- Batuk
- Pilek
- Mata merah atau berair
- Munculnya ruam merah di kulit yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh
- Bercak putih kecil di dalam mulut (koplik spot)
- Ruam biasanya muncul beberapa hari setelah gejala awal seperti demam dan batuk.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Berikan Layanan TPU Gratis! Ini Cara Daftar, Persyaratan hingga Nomor Hotline
Kementerian Kesehatan mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat 63.769 kasus suspek campak di Indonesia, dengan lebih dari 11.000 kasus terkonfirmasi dan puluhan kematian.
Sementara pada awal tahun 2026, hingga minggu ketujuh tercatat lebih dari 8.000 kasus suspek campak dan ratusan kasus terkonfirmasi di berbagai wilayah Indonesia.
Meski sangat menular, campak sebenarnya dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi Measles-Rubella (MR).
Pemerintah dan tenaga kesehatan terus mengimbau masyarakat agar memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap, karena vaksin menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan campak di masyarakat.***
Share this article
Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), lonjakan kasus campak mulai terasa sejak tahun 2025 hingga awal 2026.