Sehat

Tak Perlu Panik, Dinkes DKI Imbau Cara Penularan Kasus Hantavirus hingga Pencegahannya!

Oleh: Jinan Vania Barizky
Ilustrasi. Kasus Hantavirus cara penularan hingga upaya pencegahan dari DInkes DKI Jakarta. (Sumber: Pixabay | Foto: Pixabay)

AYOJAKARTA.COM - Sebanyak 4 suspek kasus Hantavirus terdeteksi di DKI Jakarta, dengan 3 suspek gejala ringan sudah sembuh dan 1 suspek menunggu hasil laboratorium.

Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa perlu panik.

Berbagai upaya pencegahan bisa dilakukan untuk menangani kasus Hantavirus ini yakni:

  1. Menjaga kebersihan lingkungan
  2. Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  3. Rutin mencuci tangan
  4. Menggunakan masker dan alat pelindung ketika berada di area yang berpotensi terkontaminasi tikus.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menyebutkan salah satu upaya pencegahan yakni dengan pengendalian tiks.

“Selain itu, pengendalian tikus juga penting dilakukan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ani menambahkanm sejauh ini jumlah kasus Hantavirus yang ditemukan di Indonesia masih terbatas.

Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan.

“Ini bukan penyakit baru dan selama ini terus dimonitor. Jadi tidak perlu panik, tetapi tetap waspada dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat,” tandasnya.

Penularan Kasus Hantavirus

Ani menyampaikan, penularannya terjadi melalui tikus, baik dari air liur, urine, maupun kotoran tikus yang mencemari lingkungan dan kemudian terhirup manusia melalui debu atau kontak langsung.

“Hantavirus sebetulnya virus lama, bukan seperti Covid-19 yang dulu merupakan penyakit baru. Penularannya melalui tikus, bisa dari air liur, air seni, atau kotoran tikus yang terkontaminasi ke manusia,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Hantavirus memiliki banyak varian. Namun, varian yang dapat menular antarmanusia sejauh ini hanya varian Andes yang ditemukan di Amerika Selatan dan belum pernah ditemukan di Indonesia.

“Sampai sekarang belum ada di Indonesia. Jadi kasus yang ada di sini penularannya masih dari tikus ke manusia,” katanya.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky