AYOJAKARTA.COM -- Wabah mpox alias monkeypox telah menjadi perhatian dunia sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerapkan mpox sebagai darurat kesehatan global.
Sejak WHO mengumumkan wabah monkeypox tersebut, pada tanggal 14 Agustus lalu telah ditemukan adanya 3 kasus baru mpox di dunia.
Tiga kasus baru tersebut ditemukan di luar Afrika, melainkan ada di negara Swedia, Filipina, dan Thailand.
Baca Juga: Kemenkes Ingatkan Soal Penyebaran Virus Mpox, Ini Kategori Orang yang Beresiko Tinggi Terkena Mpox
Dua diantara kasus mpox yang terkonfirmasi varian Clade Ib, dan memiliki riwayat perjalanan dari Republik Demokratik Kongo.
Sedangkan, untuk satu kasus lainnya dari Filipina merupakan transmisi lokal dan tidak memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri.
Apa itu mpox varian Clade Ib?
Perlu diketahui, mpox memiliki dua varian yaitu Clade I yang berasal dari Afrika Tengah dengan subclab Ia yang sebagian besar ditularkan melalui kontak transmisi.
Sedangkan, untuk subclabe Clade Ib sebagian besar ditularkan karena adanya kontak seksual dengan case fatality rate (cfr) 11 persen.
Sementara, untuk Clade II berasal dari Afrika Barat dengan subclade IIa dan IIb, cfr paling rendah 3,6 persen dan sebagian besar disebabkan oleh kontak seksual.
Dikutip dari SehatNegeriku pada Rabu, 28 Agustus 2024, untuk saat ini di Indonesia sendiri telah terkonfirmasi 88 kasus mpox.
Kasus tersebut tecatat sejak ditemukannya mpox pertama kalin pada tahun 2022 dengan satu kasus yang telah terkonfirmasi.
Kemudian, di tahun 2023 Indonesia kembali melaporkan adanya kasus mpox sebanyak 73 kasus terkonfirmasi.
Hingga pada tahun 2024 telah ditemukan ada 14 kasus terkonfirmasi, dengan jika ditotalkan ada sebanyak 88 kasus mpox terkonfirmasi di Indoensia.
Dari jumlah kasus tersebut tersebar di berbagai wilayah diantaranya Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, D.I.Yogyakarta, hingga Kepulauan Riau.
Dengan adanya wabah ini pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan menghimbau agar seluruh masyarakat lebih berhati-hati terhadap penularan mpox.***