AYOJAKARTA.COM – Sebagai minuman tradisional yang berdampak baik pada kesehatan, Jamu atau sering disebut Ramuan Ajaib telah ada jauh sebelum ilmu modern hadir.
Terbuat dari aneka jenis tumbuhan atau tanaman yang bersifat herbal, Jamu sudah dikonsumsi sejak sekitar 3000 tahun Sebelum Masehi.
Bukan hanya di seluruh wilayah Nusantara, Jamu atau minuman berbasis tanaman herbal banyak dimanfaatkan oleh peradaban lain seperti Cina, India hingga Mesir.
Selain menyegarkan tubuh dan menghilangkan pegal, beberapa jenis minuman tradisional juga dipercaya memiliki khasiat lebih spesifik seperti menambah nafsu makan.
Menurut dr. Lonah, Sp. FK selaku Dokter Spesialis Farmakologi Klinik, di Indonesia terdapat tiga jenis obat tradisional yang sudah menjadi bagian dari masyarakat dunia.
Disamping Jamu dan Obat Herbal terstandar, jenis obat tradisional lainnya yang juga sudah diakui sebagai ramuan penyembuh berbagai jenis penyakit adalah Fitofarmaka.
Tanaman herbal sebagai bahan utama pembuatan ramuan ajaib, menurut dr. Lonah memiliki khasiat dan kegunaan berbeda-beda sesuai dengan peruntukan.
Bersifat sebagai suplementasi atau penambah khasiat obat utama, Permenkes Nomor 6 Tahun 2016 telah mendata sejumlah tanaman berkhasiat khas Indonesia.
Memiliki berbagai varian rasa yang dapat dikenali lidah, khasiat utama jamu menurut dr. Lonah ditentukan berdasarkan pada kandungan aktif pada sebuah tanaman herbal.
Untuk memperoleh khasiat, hal penting sebelum mengkonsumsi minuman herbal menurut dr. Lonah adalah menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh atau kesesuaian dosis.
“Setiap mengkonsumsi jamu, untuk keamanan kita harus tahu apa kandungan zat aktifnya apa dan Surat Izin Edar dari BPOM,” jelas dr. Lonah.
Baca Juga: Profil Lengkap Sherly Tjoanda: Gubernur Maluku Utara yang Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi
Memastikan kandungan zat pada jamu selain berguna untuk memastikan keamanan saat mengkonsumsi, juga untuk mencegah terjadinya kontra indikasi.
Meski tidak semua menyukai, contoh zat aktif yang penting bagi wanita hamil khususnya pada trimester pertama adalah Jahe.
Kandungan zat aktif pada olahan Jahe sebagai minuman, menurut dr. Lonah cukup penting untuk mengurangi timbulnya rasa mual yang umum dialami perempuan hamil.
Adapun jenis kandungan zat aktif yang sebaiknya dihindari bagi perempuan hamil antara lain seperti Mengkudu atau Pace, Kumis Kucing serta Kunyit.
Baca Juga: Update Terbaru Hasil Cek Saldo PKH dan BPNT Tahap 2 pada 11 Juni 2025, Sudah Masuk atau Masih Nihil?
Mengacu pada hasil penelitian, dr. Lonah menyebut kandungan senyawa aktif pada tanaman tersebut berpotensi membawa dampak kurang baik bagi kehamilan.
Selain meningkatkan terjadinya resiko keguguran, partus spontan, mengkonsumsi Mengkudu, Kumis Kucing atau Kunyit juga dapat menyebabkan kontraksi tidak wajar.
Untuk memperoleh hasil terbaik mengkonsumsi jamu, dr. Lonah menyarankan untuk tidak meminumnya dalam keadaan perut kosong. ***