Sehat

Jangan Sampai Lengah, Inilah Lima Kondisi Medis yang Dapat Memperbesar Potensi Terjadinya Pembuluh Darah Otak Pecah!

Oleh: Karseno AJ Jumat 23 Mei 2025, 20:04 WIB
Jangan Sampai Lengah, Inilah Lima Kondisi Medis yang Dapat Memperbesar Potensi Terjadinya Pembuluh Darah Otak Pecah!

AYOJAKARTA.COM – Dalam kurun waktu berdekatan, masyarakat Indonesia dibuat gempar dengan kepergian dua publik figur yang ditengarai kuat akibat pembuluh darah otak pecah.

Selain dialami oleh suami dari Jurnalis kenamaan Najwa Shihab, pembuluh darah otak pecah juga sebelumnya terjadi pada artis legenda Indonesia Titiek Puspa.

Kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf serta Titiek Puspa yang disebabkan oleh pembuluh darah otak pecah, menyiratkan pesan agar siapapun lebih memperhatikan pentingnya kesehatan.

Baca Juga: Budi Arie Kembali Terseret Dalam Pusaran Kasus Judi Online, Roy Suryo Ungkap Sosok Paling Memiliki Kendali Memberantas

Disamping merupakan modal penting dalam menjalani peran-peran Illahiah, peningkatan kesadaran untuk menjaga kesehatan juga menjadi wujud rasa cinta pada diri sendiri.

Pada kondisi tertentu, pembuluh darah otak pecah yang dialami seseorang dapat mengakibatkan terjadinya kematian, stroke atau bahkan kelumpuhan total.

Hipertensi atau diabetes tidak terkendali, kebiasaan merokok, kurang istirahat hingga stress berkepanjangan, dianggap sebagai faktor paling dominan pecahnya pembuluh darah.

Menurut dr. Ruly Rahadian, pembuluh darah otak pecah merupakan satu kondisi medis yang disebabkan karena terjadinya perembesan darah pada jaringan otak.

Baca Juga: Jadwal Pendaftaran SPMB PAUD di Jakarta 2025 Tahap 1 dan 2 Sudah Diumumkan: Catat Tanggalnya

Kondisi gangguan medis tersebut selain dapat berpengaruh secara temporer atau sementara, juga dapat menjadi permanen atau selamanya.

Berdasarkan data yang dimiliki, dr. Ruly menyebut dari 15 persen seluruh kasus stroke di Indonesia disebabkan karena pecahnya pembuluh darah dengan fatalitas 40 persen.

Selain mengakibatkan Stroke Iskemik atau penyumbatan pembuluh darah sehingga tidak mengalir ke otak, pecahnya pembuluh darah juga dapat menyebabkan Stroke Hemoragik.

Gangguan kesehatan berupa Stroke Hemoragik, menurut dr. Ruly Rahadian sering berakibat kematian karena terjadi secara mendadak.

Baca Juga: Awalnya 22 Mei! Pengumuman Hasil Kelulusan PPPK Tahap 2 Mundur, Cek Jadwal Terbarunya di Sini

Untuk mempermudah memantau kondisi kesehatan, dr. Ruly Rahadian menyebut beberapa kategori masyarakat yang berpotensi mengalami pembuluh darah otak pecah.

Karena berkaitan erat dengan kondisi tekanan darah, penyebab terjadinya pembuluh darah pecah adalah Hipertensi dengan tingkat tekanan Lebih dari 140.

Kategori kelompok masyarakat selanjutnya yang perlu benar-benar menjaga kondisi kesehatan agar terhindar dari pembuluh darah pecah adalah Penderita Aneurisma.

Kelompok masyarakat ketiga yang termasuk rentan terkena serangan pendarahan di otak adalah Malformasi AVM atau memiliki kelainan pada pembuluh darah di otak.

Baca Juga: Siap Tempur! Spesifikasi Nubia Neo 3GT: HP Gaming Futuristik dengan Baterai Jumbo 6000 mAh

Adapun kelompok masyarakat keempat yang menurut dr. Ruly Rahadian perlu menjaga kesehatan adalah Trauma di bagian kepala.

Disamping keempat kategori tersebut, kelompok masyarakat yang berpotensi terkena serangan pembuluh darah adalah Pengguna Obat Terlarang.

Bagi kelompok yang tidak memiliki kelima kondisi tersebut, dr. Ruly Rahadian menyarankan untuk tetap menerapkan pola hidup sehat, rutin olahraga, dan mengelola stres. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Katarina Erlita