AYOJAKARTA.COM – Sosok Budi Arie yang merupakan orang nomor satu di jajaran Kemenkominfo era Presiden Joko Widodo, kembali menjadi sorotan.
Setelah sebelumnya disorot karena kasus potensi kebocoran data pengguna internet akibat serangan Hacker dan Fufufafa, Budi Arie kini mencuri perhatian karena rekaman suara.
Dalam rekaman yang kini telah beredar luas di berbagai platform media sosial, Budi Arie ditengarai ikut menikmati uang hasil perputaran judi online.
Baca Juga: Jadwal Pendaftaran SPMB PAUD di Jakarta 2025 Tahap 1 dan 2 Sudah Diumumkan: Catat Tanggalnya
Tidak terima dirinya terus difitnah dan dipojokkan, melalui rekaman audio yang kini beredar Budi Arie memastikan bahwa dirinya 100 persen tidak terlibat dengan judi online.
Terkait dengan asal-usul tuduhan yang menyebut bahwa dirinya berafiliasi dengan judi online, Budi Arie kemudian menyinggung nama politisi berinisial BG.
“Kalian jangan ikut-ikut orkestrasi mereka, saya akan bongkar semuanya, dia yang main, ini semua ujung-ujungnya PDI,” tegas Budi Arie.
Tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya, menurut Budi Arie karena ada sejumlah politisi yang sedang berusaha mencuci tangan dan melimpahkan kesalahan.
Baca Juga: Awalnya 22 Mei! Pengumuman Hasil Kelulusan PPPK Tahap 2 Mundur, Cek Jadwal Terbarunya di Sini
Gelagat akan terseretnya nama Budi Arie dalam pusaran kasus judi online, sebelumnya sudah sempat disampaikan Roy Suryo dalam sebuah siniar.
Menurut Roy, salah satu dampak konstelasi politik yang terjadi di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo akan menciptakan tsunami politik di era Presiden Prabowo.
Sebagai salah satu akibatnya, sejumlah orang-orang kepercayaan Presiden Jokowi akan mulai terseret dalam sejumlah pusaran kasus.
Disampaikan saat membahas sosok misterius dibalik pemilik akun Kaskus Fufufafa, Roy menganggap upaya pelacakan sangat mungkin dilakukan oleh Menkominfo.
Baca Juga: Siap Tempur! Spesifikasi Nubia Neo 3GT: HP Gaming Futuristik dengan Baterai Jumbo 6000 mAh
Selain melacak sosok misterius dibalik pemilik akun Fufufafa, Roy juga optimis problem masyarakat terkait judi online juga dapat dituntaskan dengan mudah.
Ironisnya, Roy menilai fasilitas negara yang diberikan kepada instansi terkait justru cenderung disalahgunakan sehingga pengentasan judol cenderung terkatung-katung.
“Selama orang-orangnya ini tidak berintegritas dia bisa mengatur, dan mereka tidak mungkin bisa seperti itu kalau bukan Ordal,” tegas Roy pada 7 November 2024.
Pernyataan Roy terkait adanya potensi penyalahgunaan fasilitas negara oleh oknum pejabat, kemudian terungkap pada medio Mei 2025.
Menurut Roy, polemik yang muncul ke permukaan karena perkara judi online tidak lepas dari kuatnya intervensi lingkaran kekuasaan. Budi Arie yang diplesetkan oleh Roy menjadi Judi Arie, menurut Roy tidak sepenuhnya menerima sendiri.
“Ini pat-gulipatnya memang besar sekali, kalau bukan Pak Prabowo sendiri yang menginstruksikan akan sulit ditangani karena orangnya itu-itu saja,” pungkas Roy. ***

Share this article
Menkominfo Budi Arie bantah tuduhan terlibat judi online, sebut fitnah politis & sindir politisi berinisial BG serta lingkar kekuasaan.