Sehat

Mengenal Vasektomi yang akan Jadi Syarat Penerima Bansos, Apa Dampak Bagi Reproduksi Pria?

Oleh: Asti Aureli Septania Selasa 06 Mei 2025, 19:15 WIB
Ilustrasi. Baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan vasektomi sebagai syarat untuk menerima bantuan sosial (bansos).

AYOJAKARTA.COM — Baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan vasektomi sebagai syarat untuk menerima bantuan sosial (bansos), dengan tujuan mengendalikan angka kelahiran dan memutus lingkaran kemiskinan.

Namun, kebijakan ini menuai kontroversi karena dianggap diskriminatif dan berpotensi memaksa masyarakat miskin menjalani tindakan medis permanen demi bantuan ekonomi.

Lantas apa itu vasektomi dan apakah itu akan berbahaya bagi kesehatan reproduksi dan bagaimana pandangan menurut agama Islam?

Baca Juga: Vasektomi Tuai Polemik, Dedi Mulyadi Tawarkan Alternatif Lain untuk Program KB Pria sebagai Syarat Penerima Bansos

Mengenal Istilah Vasektomi

Vasektomi merupakan program KB atau prosedur kontrasepsi pada pria dengan dilakukan pemoongan atau mengikat saluran vas deferens, saluran yang membawa sperma dari testis ke penis.

Program kontrasepsi ini dilakukan untuk mencegah sperma tidak bercampur dengan air mani pada saat ejakulasi supaya tidak terjadi pembuahan atau kehamilan.

Prosedur kontrasepsi vasektomi ini memiliki tingkat keberhasilan 99 persen yang mana dianggap aman dengan risiko komplikasi yang rendah.

KB vasektomi ini tidak berpengaruh terhadap kemampuan seorang pria dalam menikmati hubungan seksual.

Perlu dicatat, program KB pada pria ini bersifat permanen dan hanya cocok bagi pria yang sudah yakin tidak ingin memiliki anak lagi.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyatakan vasektomi haram jika dilakukan tanpa alasan syar’i, meski KB pria secara umum bisa dibolehkan dalam kondisi tertentu.

Para menteri dan tokoh masyarakat juga menolak pemaksaan vasektomi sebagai syarat bansos karena menyentuh aspek hak asasi manusia dan etika.

Kesimpulannya, vasektomi merupakan program kontrasepsi (KB) pada pria dengan dilakukan pemandulan secara permanen dengan resiko kesehatan yang aman dan komplikasi rendah.***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Tedi Rukmana