Sehat

Kolesterol LDL Tinggi? Ternyata Ini Penyebab, Dampak, dan Cara Pengelolaannya

Oleh: Fina Salsabila Aura Selasa 08 Apr 2025, 17:03 WIB
Salah satu faktor utama adalah kelebihan berat badan atau obesitas yang berhubungan langsung dengan berbagai risiko kardiovaskular.

AYOJAKARTA.COM - Kolesterol merupakan komponen penting dalam tubuh manusia yang diproduksi oleh hati untuk berbagai fungsi esensial.

Seperti produksi hormon seks, vitamin D, pembangunan jaringan tubuh, dan melancarkan sistem pencernaan.

Namun, kolesterol memerlukan protein pengangkut untuk berfungsi dengan baik dalam aliran darah, membentuk lipoprotein.

Di antara jenis lipoprotein yang ada, LDL (Low Density Lipoprotein) dikenal sebagai "kolesterol jahat" karena ketika kadarnya berlebih, dapat menyebabkan penumpukan plak pada dinding pembuluh darah arteri, mengakibatkan aterosklerosis yang menghambat aliran darah.

Berbagai faktor dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol LDL dalam darah.

Salah satu faktor utama adalah kelebihan berat badan atau obesitas yang berhubungan langsung dengan berbagai risiko kardiovaskular.

Menurut data dari Harvard School of Public Health, seiring dengan peningkatan berat badan, terjadi juga peningkatan tekanan darah, kadar kolesterol LDL, dan gula darah.

Baca Juga: Pulang Kampung Berakhir Duka, Pemudik Meninggal akibat Serangan Jantung di Gerbang Tol Cisumdawu

Selain itu, faktor-faktor lain seperti pola makan yang kaya lemak jenuh dan lemak trans, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, stres berkepanjangan, dan faktor genetik juga berkontribusi terhadap tingginya kadar kolesterol LDL.

Faktor genetik yang disebut hiperkolesterol familial dapat menyebabkan penyakit jantung dini karena tubuh tidak dapat mengurai kolesterol LDL dengan baik.

Untuk menjaga kadar kolesterol LDL tetap normal (di bawah 100 mg/dL), diperlukan pendekatan gaya hidup yang komprehensif.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tegur Keras Lucky Hakim Soal Liburan Tanpa Izin ke Jepang: 'Terancam Diberhentikan'

Menerapkan pola makan sehat dengan membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans sambil mengonsumsi makanan kaya lemak tak jenuh tunggal, omega-3, dan phytosterol dapat membantu menurunkan kadar LDL.

Makanan seperti alpukat, kacang almond, kacang kenari, ikan salmon, dan makarel serta minyak nabati seperti minyak zaitun dan minyak biji bunga matahari sangat direkomendasikan.

Aktivitas fisik rutin minimal 30 menit sehari, menghentikan kebiasaan merokok, membatasi konsumsi alkohol, mengelola stres, dan mengontrol berat badan juga merupakan strategi penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.

Perlu diingat bahwa tingginya kadar kolesterol LDL seringkali tidak menunjukkan gejala spesifik, sehingga pemeriksaan kolesterol secara berkala sangat disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Aris Abdulsalam