Sehat

Cegah Risiko Penyakit Kardiovaskular dan Jantung pada Remaja, Begini Tips Kesehatan yang Bisa Dilakukan di Rumah

Oleh: Fajar Ari Wibowo Senin 07 Apr 2025, 15:47 WIB
Banyak para remaja yang kini mulai menyadari pentingnya olahraga untuk mendukung kesehatan tubuh dan jantung.

AYOJAKARTA.COM -- Banyak para remaja yang kini mulai menyadari pentingnya olahraga untuk mendukung kesehatan tubuh dan jantung.

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara rutin dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular pada remaja.

Remaja yang rajin berolahraga cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih sehat di masa depan.

Kesibukan harian seringkali menyulitkan kita untuk menyempatkan waktu olahraga secara rutin.

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Jantung Setelah Lebaran, Hindari Junk Food dan Rutin Olahraga Jadi Kunci

Namun begitu, ada berbagai jenis aktivitas sederhana yang bisa dilakukan di rumah tanpa peralatan khusus.

Dilansir Ayojakarta.com dari laman meritagemed.com pada Senin (7/4), berikut ini beberapa rekomendasi olahraga yang mudah diikuti oleh remaja cukup dari rumah saja:

> Zumba

Bagi remaja yang gemar menari, zumba merupakan alternatif olahraga yang menyenangkan.

Aktivitas senam dansa ini dapat meningkatkan detak jantung dan membentuk otot, dengan kemudahan mengikuti video tutorial di YouTube dengan lagu favorit.

> Lompat Tali

Dikenal sebagai salah satu latihan kardio terbaik, lompat tali bisa dilakukan di halaman atau ruang terbuka di rumah.

Cukup dengan menggunakan tali skipping, aktivitas ini mampu meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan stamina.

Baca Juga: Makan Opor dan Rendang Lebaran Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Stroke dan Jantung, Mitos atau Fakta?

> Jumping Jack

Tanpa perlu peralatan, jumping jack hanya memerlukan ruang yang cukup untuk meloncat.

Gerakan melompat sambil merentangkan kedua lengan ini dipercaya dapat melancarkan aliran darah ke otot-otot, sehingga menunjang kesehatan tubuh secara keseluruhan.

> Burpee

Remaja dapat dengan mudah melakukan gerakan burpee yang mengombinasikan posisi plank dan lompatan.

Gerakan ini efektif melatih kekuatan tubuh serta meningkatkan kerja jantung dan paru-paru, sekaligus membantu pembakaran lemak.

Baca Juga: Termasuk Goldar Langka dan Mudah Terkena Penyakit Jantung, Ini 5 Fakta Menarik Golongan Darah AB yang Jarang Diketahui!

> Jogging di Tempat

Jika cuaca tidak mendukung untuk jogging di luar, jogging di tempat menjadi pilihan yang tepat.

Gerakan ini dapat dikombinasikan dengan latihan lain seperti burpee atau jumping jack untuk menghindari kebosanan dan tetap menjaga metabolisme tubuh agar optimal.

> Squat Jump

Dimulai dari posisi jongkok, olahraga ini mengajak remaja untuk meloncat setinggi mungkin dan mendarat kembali dalam posisi jongkok.

Gerakan ini tidak hanya mengasah otot kaki, tetapi juga meningkatkan daya tahan kardiovaskular.

> Naik-Turun Tangga

Memanfaatkan tangga di rumah sebagai media olahraga, aktivitas naik-turun tangga dapat meningkatkan denyut jantung serta menguatkan otot kaki dan bokong.

Dengan mengintegrasikan olahraga sederhana ke dalam rutinitas harian, remaja tidak hanya menjaga kesehatan fisik tetapi juga mencegah risiko penyakit seperti kardiovaskular dan obesitas.

Para ahli menyarankan untuk memulai dengan durasi lima hingga tujuh menit setiap sesi, kemudian secara bertahap menambah intensitas dan durasinya.

Inisiatif untuk aktif bergerak di rumah tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan jangka pendek, tetapi juga merupakan investasi untuk kondisi tubuh yang lebih baik di masa depan.

Baca Juga: Kenali 3 Gejala Psikosomatik: Gangguan Lambung, Jantung, dan Paru-Paru

Remaja diimbau untuk dapat memanfaatkan waktu senggang mereka dengan memilih aktivitas fisik yang menyenangkan.

Dengan begitu, olahraga tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.***

Reporter Fajar Ari Wibowo
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil