AYOJAKARTA.COM – Kolesterol tinggi sering dikaitkan dengan penumpukan lemak dalam tubuh, terutama jika asupan kalori melebihi kebutuhan.
Para ahli kesehatan mengungkapkan bahwa kadar kolesterol dapat diturunkan tanpa mengandalkan obat-obatan.
Kolesterol dalam tubuh bisa berkurang melalui perubahan gaya hidup, seperti peningkatan aktivitas fisik dan pengaturan pola makan.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Gue Sehat pada Rabu, 2 April 2025, kolesterol merupakan lemak yang disimpan di dalam tubuh akibat konsumsi makanan berkalori tinggi yang tidak segera digunakan sebagai energi.
Jika asupan kalori berlebihan tidak dibakar melalui aktivitas fisik, kelebihan lemak akan tersimpan dan berpotensi mengganggu kesehatan.
Solusi nonmedis yang ditawarkan adalah dengan memaksa tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Hal ini dapat dicapai melalui olahraga rutin dan aktivitas fisik yang konsisten.
Dengan berolahraga, tubuh akan membakar kelebihan lemak, yang pada gilirannya dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Selain meningkatkan aktivitas fisik, penurunan asupan kalori juga menjadi faktor penting. Disarankan agar jumlah kalori yang dikonsumsi dikurangi dan disesuaikan dengan jumlah kalori yang digunakan setiap hari.
Perbandingan antara kalori yang masuk dan yang terbakar melalui olahraga akan menentukan penurunan berat badan. Dengan begitu, hal ini berdampak langsung pada penurunan kadar kolesterol.
Kedua pendekatan ini, yakni olahraga teratur dan pengaturan pola makan, telah terbukti efektif dalam mengelola kadar kolesterol tanpa perlu bergantung pada obat-obatan.***