Sehat

Benarkah Konsumsi Gula Berlebih Berdampak Buruk pada Kulit? Cek Faktanya di Sini!

Oleh: Salman Muhammad Ilham Kamis 07 Sep 2023, 21:33 WIB
Ilustrasi gula

AYOJAKARTA.COM – Percaya atau tidak, mengonsumsi terlalu banyak gula berdampak negatif pada kesehatan kulit.

Bahkan berperan dalam memicu atau memperburuk kondisi kulit seperti psoriasis dan jerawat.

Asupan gula berlebihan juga dapat berdampak pada munculnya tanda penuaan dini seperti garis halus dan kulit kendur.

Selain itu, berlebihan dalam mengonsumsi gula dapat meningkatkan risiko terkena penyakit seperti diabetes tipe 2 dan jantung.

Baca Juga: 10 Tips Meningkatkan Peluang Kerja bagi Fresh Graduate, Jangan Lupa Mengasah Skill hingga Menambah Relasi

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan untuk membatasi konsumsi tambahan gula menjadi sekitar 12 sendok teh per hari (Rata-rata orang dewasa mengkonsumsi sekitar 17 sendok teh per hari).

Namun, penting untuk dicatat bahwa pembatasan ini tidak berlaku untuk gula alami yang terkandung dalam buah-buahan.

Buah-buahan meskipun mengandung gula alami juga kaya serat dan nutrisi penting lain yang berkontribusi pada kesehatan.

Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi buah dapat membantu meningkatkan tingkat hidrasi kulit sehingga memberikan kilau alami pada kulit.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Positif Agar Jadi Orang Beruntung, Jangan Lupa untuk Selalu Bersedekah

Dalam artikel ini, ayojakarta.com akan membahas secara mendalam tentang hubungan antara gula dan kulit yang dikutip dari EveryDayHealth, Kamis (7/9/2023).

1. Dapat Mempercepat Tanda-tanda Penuaan

Terkait penuaan, gula memiliki efek pada kulit melalui proses yang disebut glikasi.

Glikasi adalah proses dimana molekul gula mengikat pada protein, lipid atau asam nukleat.

Akibat dari proses ini terdapat potensi untuk merusak serat kolagen dan elastin yang ada pada kulit.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Clinics in Dermatology telah menunjukkan bahwa glikasi bisa mengganggu proses perbaikan kolagen yang merupakan hal sangat penting untuk menjaga elastisitas serat kolagen dalam kulit.

Selain itu, glikasi juga dapat memicu peningkatan pembentukan radikal bebas dalam tubuh yang dapat merusak struktur kulit.

Bagi mereka yang memiliki kebiasaan makan tinggi gula, hal ini dapat berpotensi menyebabkan munculnya garis-garis halus dan kerutan pada kulit.

Baca Juga: Pintu Terbuka Atau Not Balok? Gambar yang Pertama Kamu Lihat Menunjukkan Dirimu Punya Kepribadian Ekspresif

2. Dapat Menimbulkan Jerawat

Jika kamu mengalami lebih banyak jerawat setelah banyak makanan manis, ada baiknya kamu memeriksa konsumsi gula dalam makananmu.

Hasil dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Dermatologi JAMA, menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya lemak dan gula dapat meningkatkan risiko jerawat hingga 54 persen.

Sedangkan minuman manis dapat meningkatkannya sebanyak 18 persen.

Baca Juga: Rahasia Awet Muda ala Orang Korea Ternyata Gampang Banget! Bisa Langsung Dibuktikan

Penelitian tersebut juga menyoroti bahwa pola makan tinggi lemak dan gula ini sering kali mencerminkan pola makan khas barat modern.

Terkait dengan mekanisme penyebabnya, gula diduga dapat memicu peningkatan insulin dalam tubuh yang pada gilirannya dapat memicu peradangan, salah satu faktor utama yang mendorong perkembangan jerawat.

Selain itu, gula juga dapat meningkatkan produksi faktor pertumbuhan tertentu yang secara langsung terkait dengan peningkatan kadar hormon androgen.

Hormon androgen ini adalah faktor penting yang berkontribusi pada produksi minyak berlebih yang dapat menyumbat pori-pori kulit.

Baca Juga: Top 7 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Sulit Dapat Kerja Alias Menganggur, Apakah Kamu Termasuk?

3. Dapat Memperburuk Psoriasis

Psoriasis merupakan suatu kondisi medis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang mengalami gangguan dan menyebabkan sel-sel kulit tumbuh lebih cepat, bersisik dan mengakibatkan peradangan serta pengelupasan.

Penelitian yang dilakukan pada hewan telah mengungkapkan peran penting pola makan dalam perkembangan psoriasis termasuk dampak gula dalam proses ini.

Sebagai contoh, ketika tikus diberikan makanan yang kaya gula dan lemak, mirip dengan pola makan barat, mereka mengalami peradangan yang serupa dengan gejala psoriasis hanya dalam waktu empat minggu.

Meskipun penelitian ini dilakukan pada tikus, peneliti berpendapat bahwa hasilnya mungkin juga relevan bagi manusia.***

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Fathul Amanah