Sport

Siapa Quentin Jakoba? Simak Profil dari Pelatih Fisik Baru Milik Timnas Indonesia

Oleh: Muhammad Nandava Prapdhianto Selasa 14 Jan 2025, 08:26 WIB
Profil dari Pelatih Fisik Baru Milik Timnas Indonesia Quentin Jakoba

AYOJAKARTA.COM – Timnas Indonesia berhasil mendatangkan pelatih fisik baru asal Belanda yang bernama Quentin Jakoba.

Kabar tersebut diketahui dari akun media Instagram milik pelatih asal Belanda tersebut, @qjakoba.

Namun, PSSI masih belum memberikan pengumuman resmi soal bergabungnya Quentin Jakoba sebagai pelatih fisik baru di Timnas Indonesia.

Baca Juga: Status Penerima KJP Plus Dibatalkan? Ini Penyebab dan Cara Mengaktifkannya Kembali, Mudah Loh

Karena hal tersebut, banyak publik yang penasaran dengan profil dari pelatih fisik anyar milik Timnas Indonesia itu.

Profil Quentin JakobaQuentin Jakoba lahir pada 19 Desember 1987 di Tilburg, Belanda.

Ia sudah pernah memiliki pengalaman sebagai pemain dan pelatih fisik.

Bahkan, Jakoba juga sudah pernah bekerja bersama Patrick Kluivert di Adana Demirspor dan Timnas Curacao.

Ternyata ia menjadi staf pelatih di Timnas Curacao selama 3 tahun, yakni pada 2020 hingga 2023.

Selain di Adana Demirspor dan Timnas Curacao, ia juga pernah menjadi pelatih fisik di NAC Breda (2021-2022) dan Kozakken Boys (2020-2021).

Baca Juga: Sudah Dibuka! Berikut Syarat Daftar dan Cek Penerima KJP Plus Januari 2025

Sebelum memutuskan menjadi pelatih, Quentin Jakoba pernah memperkuat beberapa klub di liga Belanda, terakhir bersama Kozakken Boys pada musim 2019/2020.

Ketika masih aktif bermain, ia menempati posisi bertahan dan bisa menempati posisi bek tengah dan fullback.

Selain itu, Jakoba juga pernah bermain untuk Timnas Curacao pada tahun 2016 hingga 2020 dengan koleksi 6 caps.

Saat masih muda, Quentin Jakoba pernah menimba ilmu sepakbola di akademi Willem pada tahun 2004.

Pada tahun 2008, ia berhasil melakukan debut profesionalnya bersama dengan FC Eindhoven/Namun, kariernya tidak berjalan mulus karena ia kalah bersaing di kasta tertinggi liga Belanda, Eredivisie.

Karena itu ia menghabiskan karirnya sebagai pesepakbola di kasta ketiga Liga Belanda atau Tweede Divisie.***

Reporter Muhammad Nandava Prapdhianto
Editor Jinan Vania Barizky