Status Penerima KJP Plus Dibatalkan? Ini Penyebab dan Cara Mengaktifkannya Kembali, Mudah Loh

Illustrasi. Penyebab dan cara aktifkan kembali status penerima KJP Plus
Illustrasi. Penyebab dan cara aktifkan kembali status penerima KJP Plus

AYOJAKARTA.COM – KJP Plus tahap 2 tahun 2024 sudah dicairkan secara bertahap mulai, Senin (6/1/2024) oleh Diinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga memberikan kesempatan bagi penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang statusnya pernah dibatalkan.

Langkah tersebut dilakukan agar bisa meringankan beban kepada penerima manfaat dan memberikan akses pendidikan yang lebih baik.

Baca Juga: Sudah Dibuka! Berikut Syarat Daftar dan Cek Penerima KJP Plus Januari 2025

Tentunya ada beberapa penyebab yang membuat status penerima manfaat dibatalkan sebagai penerima KJP Plus pada tahun 2024.

Penyebab Penerima KJP Plus Dibatalkan

Adapun penyebab status penerima Kartu Jakarta Pintar yang dibatalkan, seperti hasil verifikasi yang menunjukkan penerima sudah tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Berdasarkan verifikasi yang telah dilakukan, terdapat penerima manfaat yang menggunakan daya listrik 1300 VA, mempunyai AC di rumah, bahkan mempunyai mobil atau kendaraan roda empat lainnya.

Tentunya indikasi tersebut menunjukkan bahwa peserta didik tersebut sudah tidak lagi dinyatakan layak untuk mendapatkan dana bantuan.

Walau begitu, banyak orang tua/wali siswa yang memprotes hasil verifikasi dan ingin adanya peninjauan ulang.

Nah, Pemprov DKI Jakarta pada Januari 2025 ini telah memberikan kesempatan bagi penerima manfaat untuk mengaktifkan kembali status penerima KJP Plus.

Baca Juga: Meski Masih Berjuang TKDN, Apple Akan Rilis iPhone 17 Pro Max dan iPhone SE 4! Cek Bocoran Spesifikasi di Sini

Cara Mengaktifkan Status Penerima KJP Plus yang Dibatalkan

Berikut ini merupakan cara mengaktifkan kembali status penerima Kartu Jakarta Pintar yang sebelumnya pernah dibatalkan:

- Klarifikasi Data

Penerima wajib mendatangi kelurahan atau Disdik setempat untuk melakukan proses klarifikasi data, terutama terkait perubahan status ekonomi.

Tentunya keluarga peserta didik harus membawa bukti surat dari BAPENDA atau Samsat.

Dengan bukti tersebut keluarga peserta didik dapat membuktikan bahwa mereka tidak lagi memiliki kendaraan roda empat atau aset dengan NJOP di atas Rp1 miliar.

- Verifikasi Ulang

Setelah peserta didik menyelesaikan proses klarifikasi data, maka data tersebut akan terlebih dahulu diverifikasi oleh petugas.

Penerima nantinya hanya perlu menunggu proses verifikasi ulang selesai.

Baca Juga: Syarat Baru Program PPG 2025, Ini yang Perlu Diperhatikan Para Guru

- Penetapan Status Penerima

Jika penerima dinyatakan lulus dalam proses verifikasi ulang, maka status KJP Plus akan kembali diaktifkan.

Direncanakan bahwa proses pengaktifan kembali peserta Kartu Jakarta Pintar sudah dimulai pada bulan Januari ini.

Jadi, peserta didik telah diberikan kesempatan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mengajukan banding.

Maka dari itu, jangan sia-siakan kesempatan ini dan pastikan Anda segera melakukan klarifikasi serta mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# dibatalkan
# kjp plus
# manfaat
# penyebab

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.