Sport

Konflik Panas Geopolitik di Balik Grup B Piala Dunia 2022 hingga disebut Grup Neraka

Oleh: Awit Wiarni Selasa 22 Nov 2022, 15:17 WIB
Konflik Panas Geopolitik di Balik Grup B Piala Dunia 2022 hingga Disebut Grup Neraka

AYOJAKARTA.COMPiala Dunia 2022 kembali di gelar tahun ini. Namun dibalik pertandingan antar negara ini terdapat beberapa negara yang memiliki konflik geopolitik serius antara satu sama lain.

Panasnya konflik geopolitik yang terjadi di luar pertandingan sudah amat gawat, ditambah lagi negara-negara yang berkonflik ini akan disatukan menjadi satu grup dalam Piala Dunia 2022.

Negara yang memiliki konflik geopolitik dengan negara lain akan membuat pertandingan semakin panas ketika mereka saling bertemu dalam laga Piala Dunia 2022.

Baca Juga: Adik Dinar Candy Hilang Akibat Gempa Cianjur, Siapapun yang Temukan Akan Diberi Imbalan

Pada pertandingan Piala Dunia kali ini sering terdengar orang menyebut grup E sebagai grup neraka. Grup E terdiri dari Jerman, Jepang, Spanyol, dan Kosta Rika.

Bukan tanpa sebab, grup E mendapat julukan grup neraka karena diisi oleh tim yang memiliki keuatan unggul seperti Jerman dan Spanyol yang berpeluang besar untuk memperebutkan juara.

Tapi istilah neraka pada grup E hanyalah kiasan semata, terdapat grup yang benar-benar terasa seperti neraka karena ada konflik geopolitik nyata yang terjadi.

Grup yang dimaksud adalah grup B yang terdiri dari Inggris, Iran, Amerika Serikat, dan Wales.

Baca Juga: Seleksi CPNS 2023 Segera Dibuka, Lakukan Hal Ini Jika Ingin Lolos Seleksi Administrasi dan SKD

Keempat negara ini memiliki hubungan politik internasional yang tidak baik. Hal ini menambah dimensi yang menarik di dalam Piala Dunia 2022.

Dilansir AyoJakarta.com dari akun Twitter @registaco, inilah konflik geopolitik yang terjadi antar negara pengisi grup B.

Amerika Serikat – Inggris

Merujuk pada sejarah yang ada, dahulu Amerika Serikat merupakan bagian dari kerajaan Inggris. Namun Amerika Serikat membelot dan memisahkan diri dari Inggris.

Baca Juga: Adik Dinar Candy Hilang Akibat Gempa Cianjur, Siapapun yang Temukan Akan Diberi Imbalan

Amerika Serikat menyatakan kemerdekaannya dari Inggris pada 4 Juli 1776. Perlu diketahui bahwa istilah “soccer” yang selama ini kita dengar ternyata berasal dari Inggris. Sampai akhirnya istilah soccer diadaptasi oleh Amerika Serikat.

Inggris – Wales

Negara Wales merupakan bagian dari Inggris, walaupun demikian Wales memiliki badan perlemen sendiri, tidak bergabung dengan Inggris

Wales juga memiliki bahasa nasionalnya sendiri. Cymru adalah bahasa nasional Wales yang masih digunakan oleh warga Wales sampai saat ini.

Amerika Serikat – Iran

Rusaknya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran terjadi pada tahun 1980 setelah revolusi Iran. Hubungan antara kedua negara ini meliputi konfrontasi politik, diplomati, dan militer.

Baca Juga: Jejak Ki Joko Bodo: Meninggal di Usia 57 Tahun, Tinggalkan Dunia Paranormal hingga Sempat Umroh

Pada tahun 2002, Amerika Serikat menyatakan Iran sebagai poros kejahatan. Hal ini disebabkan karena Iran secara agresif mengejar senjata nuklir.

Hubugan antara Amerika Serikat dan Iran semakin memburuk setelah Washington menuduh Teheran melakukan serangan di seluruh Timur Tengah.

Serangan tersebut berdampak pada pasukan Amerika Serikat yang berada di Timut Tengah yaitu di Irak dan Suriah.

Iran – Inggris

Kedutaan Inggris yang berada di Iran sempat diserang oleh pendemo. Kejadian ini membuat hubungan diplomatik antara Iran dan Inggris yang pasang surut menjadi bertensi tinggi kembali.

Baca Juga: Update Gempa Bumi Cianjur: Terjadi Gempa Susulan, Jumlah Korban Tewas Diprediksi Akan Bertambah

Inggris pun menuduh Iran telah melakukan tindakan regional yang agresif di Timur Tengah. Tindakan tersebut menimbulkan masalah di Irak, Lebanon, dan Suriah.

Semakin buruknya hubungan kedua negara ini menyebabkan pemimpin tertinggi Iran mengutuk Inggris sebagai sumber kejahatan dan kesengsaraan bagi Timur Tengah.

Itulah sekilas dinamika politik yang membayangi negara-negara dalam grup B Piala Dunia 2022. Pertemuan antar negara ini tentu dinanti-nantikan bagi pengamat olahraga dan juga para pecinta olahraga.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Vincensia Enggar Larasati