AYOJAKARTA.COM - Tinggal menghitung hari, ajang Piala Dunia 2022 Qatar akan segera digelar.
32 negara yang terlibat di Piala Dunia 2022 Qatar sudah mulai berdatangan sejak beberapa hari silam.
Perhelatan akbar World Cup atau Piala Dunia 2022 Qatar akan resmi dibuka pada 20 November hingga 18 Desember mendatang.
Seluruh suporter dari masing-masing negara juga sudah bersiap untuk menyaksikan langsung dan memberi dukungan.
Dan sepertinya, ribuan pendukung yang akan menyaksikan langsung perhelatan ini sudah benar-benar mempersiapkan mental.
Bukan karena tingginya biaya akomodasi yang harus ditanggung pribadi oleh para pengunjung, tetapi lebih karena adanya peraturan baru.
Baca Juga: Sang Pemain Bintang Dilanda Cedera, Mampukah Timnas Perancis Pertahankan Gelar Juala Piala Dunia?
Dimana aturan ini cenderung bertolak belakang dengan kebiasaan-kebiasaan normatif di negara asal para fans.
Pejabat FIFA memang “angkat tangan” dengan sistem norma dan budaya serta hukum-hukum resmi negara Qatar.
Ribuan petugas keamanan juga dikerahkan Qatar untuk melakukan pengawasan di seluruh area stadion, perhotelan dan tempat lainnya.
Baca Juga: Simak Pembagian Grup Piala Dunia Qatar 2022, Spanyol Bersama dengan Jerman!
Selaku tuan rumah yang mayoritas penduduknya muslim, untuk world cup 2022 Qatar kali ini sejumlah aturan dikeluarkan.
Pertama adanya larangan seks bebas bagi setiap pengunjung, baik tim negara peserta ataupun staf serta pendukungnya.
Jika ada yang terbukti melanggar larangan ini, Qatar akan menjatuhi hukuman selama 7 tahun penjara.
Pesta dan minuman keras juga dilarang oleh tuan rumah, jika terbukti melanggar maka hukuman penjara selama 6 bulan harus dirasakan.
Meski demikian, untuk merayakan kemenangan timnas negaranya, tuan rumah Qatar tetap menyediakan alkohol yang bisa diakses secara terbatas di tempat berlisensi khusus.
Berikutnya adalah adanya larangan mengibarkan atau melakukan aktivitas yang bernilai promosi LGBT dengan bentangan kain bercorak pelangi.
Baca Juga: Daftar Julukan Unik Peserta Piala Dunia 2022, dari Oranje hingga Samurai Blue
Orang yang mendukung LGBT tetap diberikan kesempatan untuk datang ke Qatar, tetapi bukan untuk promosi, baik didalam maupun luar stadion.
Selama berlangsungnya world cup, Pemain, kru official, pendukung tim nasional seluruh negara juga dilarang melakukan aktivitas kumpul Kebo di wilayah negara Qatar.
Larangan mempertontonkan atau pamer kemesraan di tempat umum, bagi yang bukan pasangan sah juga dilarang selama berlangsungnya piala dunia.
Baca Juga: Meski Asal Jerman, Pelatih Persija Thomas Doll Jagokan Brasil di Piala Dunia 2022
Sedangkan khusus bagi tim peserta, larangan bertambah saat merayakan gol sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh FIFA.
Demikian aturan baru terkait piala dunia Qatar sebagaimana dilansir Ayojakarta dari kanal Youtube Short Eleven pada 18 November 2022. ***