AYOJAKARTA.COM – Cristiano Ronaldo sebagai pemain Manchaster United (MU) tiba-tiba melakukan wawancara yang menghebohkan dunia sepak bola.
Selama 90 menit wawancara, Ronaldo habis-habisan mengkritik MU. Dikabarkan bahwa sudah sejak lama Ronaldo ingin menyampaikan unek-uneknya selama berada pada klub MU.
Dilansir AyoJakarta.com dari akun Twitter @utdfocusid, jurnalis Piers Morgan diminta langsung oleh Cristiano Ronaldo untuk melakukan wawancara kepada dirinya.
Baca Juga: Resmi! Jadwal Pembukaan Piala Dunia 2022, Ada Jungkook BTS hingga Calvin Harris
“Cristiano meminta saya untuk melakukan wawancara ini, sesederhana itu. Saya tidak pernah memintanya, dia meminta pada saya. Ini sangat mendadak. Ia (Ronaldo) telah memikirkan tentang hal ini sejak lama,” ungkap Piers Morgan
Di dalam wawancaranya, Ronaldo mengungkap bahwa dirinya sama sekali tidak menghormati Erik ten Hag yang merupakan manajer Manchaster United.
“Saya tidak menghormati Erik ten Hag karena dia tidak menunjukan rasa hormat kepada saya,” ucap Ronaldo.
“Jika dia tidak menghormatiku, maka saya tidak akan menghormatimu sedikitpun,” tambahnya.
Baca Juga: Hikmah Kisah Nabi Ayyub, Mbah Moen: Hamba yang Baik Pasti Allah Uji
Sebelumnya Ronaldo tidak ikut tur pra musim, meninggalkan lapangan sebelum pertandingan usai, menolak dimasukkan sebagai pemain penganti hingga meminta klub untuk menjual dirinya sejak musim panas kemarin.
“Saya merasa dihianati. Beberapa orang di dalam klub tidak menginginkan saya berada disini, tidak hanya musim ini, tetapi juga usim lalu,” kata Ronaldo.
Ronaldo sendiri sadar apa yang telah dia lakukan dengan wawancara ini, dirinya mengetahu bahwa telah mengkritik MU seacara habis-habisan. Tetapi menurut pendapatnya, hal ini adalah sesuatu yang baik untuk kemajuan MU.
“Seperti yang dikatakan Picasso, anda harus menghancurkan untuk membangunnya kembali. Dan jika mereka memulainya dari saya, maka itu tidak masalah,” ujar Ronaldo.
Cristiano Ronaldo merasa banyak yang perlu dibenahi dari klub Manchaster United agar bisa lebih baik. Ia menyampaikan pendapatnya bahwa seharusnya MU bisa menjadi klub yang bisa unggul dari klub-klub lain.
“Klub sebesar ini seharusnya menjadi yang teratas, tetapi faktanya tidak demikian,” kritik Ronaldo.
Erik ten Hag dan para pemain MU sangat kecewa dengan cara dan timing wawancara Cristiano Ronldo.
Klub baru mengetahui tentang wawancara tersebut saat mereka bersiap untuk terbang kembali ke Manchester setelah pertandingan dengan Fulham.
Baca Juga: Auto Cek! Line Up Pemain di Piala Dunia 2022 Qatar, Ada yang Favorit?
Ronaldo sendiri tidak mengikuti pertandingan tersebut karena mengaku sedang sakit. Ronaldo juga diberi tahu sebelumnya bahwa dia tidak akan berada di starting XI melawan Fulham, tetapi dia akan tetap berada di dalam squad.
Melalui wawancara tersebut, Ronaldo juga mengungkap mengenai fasilitas MU yang ternyata sangat ketinggalan jaman.
Erik Tan Hag sudah tahu jika ini akan terjadi. Ia sudah menduga bahwa Ronaldo akan menjadi masalah besar baginya. Bisa dibilang bahwa Ronaldo merupakan pemain terbaik yang pernah ada namun Ronaldo tidak akan menjadi pemain kunci bagi Erik ten Hag.
Ronaldo akan lebih sering berada pada bangku cadangan dari pada bermain. Tapi ini tidak membuat Erik ten Hag melepas Ronaldo pada musim panas lalu. Semenjak itu Erik Tan Hag memperlakukan Ronaldo dengan cara yang sama dengan pemain lainnya.
Baca Juga: Jelang Liburan Akhir Tahun, Ini Daftar Tujuan Wisata di Ibukota Jakarta dengan Budget Terjangkau
Namun Ronaldo terlihat tidak bisa menerima perlakuan ini. Jika dilihat dari sudut pandang Erik ten Hag yang telah dicap memperlakukan Ronaldo dengan tidak hormat, maka kita bisa melihat dari beberapa minggu sebelumnya.
Ronaldo telah menolak untuk dijadikan sebagai pemain pengganti untuk MU dalam pertandingan melawan Tottenham. Kemudian Erik ten Hag mengambil sikap mengeluarkan Ronaldo dari squad untuk satu pertandingan dan juga memberikan denda kepada Ronaldo.
Setelah itu Ronaldo dimainkan kembali secara regular dan juga sebagai starter. Hal ini sudah benar dilakukan Erik ten Hag sebagai manajer MU yang bertugas untuk mengelola MU.***