Sport

Kronologi Lengkap Insiden Arema vs Persebaya, Ada Tangisan dan Teriakan Wanita serta Orang Berlumuran Darah!

Oleh: Rifqi Nur Fauzi Minggu 02 Okt 2022, 16:29 WIB
Kronologi Lengkap Insiden Arema vs Persebaya, Ada Tangisan dan Teriakan Wanita serta Orang Berlumuran Darah!

AYOJAKARTA.COM - Kronologi insiden berdarah di pertandingan Arema vs Persebaya di stadion Kanjuruhan menjadi viral.

Pada tanggal 1 Oktober 2022, terjadi sebuah insiden keributan yang melibatkan suporter dalam pertandingan yang mempertemukan Arema vs Persebaya.

Dalam sebuah cuitan di akun Twitter @RezqiWahyu_05, ia menceritakan kronologi insiden tersebut menurut pandangannya, selaku orang yang selamat di tengah kejadian tersebut.

Baca Juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan Tewaskan 127 Orang, Juragan 99 Posting Pita Putih

Pada awal pertandingan, ketika ia memasuki stadion semua berjalan dengan aman tanpa kericuhan sedikitpun.

Ia hanya mendengar supporter Arema yang saling melontarkan psywar ke arah pemain Persebaya saja, tak ada kericuhan.

Setelah babak pertama usai dan memasuki jeda istirahat, barulah ada keributan yang terjadi di tribun 12-13.

Namun, kericuhan sedikit yang terjadi tersebut berhasil dikendalikan dan diamankan oleh pihak berwenang.

Pada babak kedua, tim Persebaya berhasil mencetak gol ketiganya.

Baca Juga: Kronologi LENGKAP Tragedi Kanjuruhan yang Menyebabkan 127 Korban Jiwa

Di sisi lain, Arema FC tampil menyerang dan menggempur gawang Persebaya tanpa adanya gol yang tercipta.

Hingga pada peluit akhir dibunyikan, Arema tidak bisa menambah golnya dan harus menerima kekalahan, tragedi dimulai dari sini.

Terlihat para pemain yang tertunduk lesu dan kecewa, pelatih dan manager mendekati tribun timur dan meminta maaf dengan menunjukkan gestur.

Di sisi lain, ada seorang supporter yang mendekat dari arah tribun selatan nekat masuk dan mendekati pemain yaitu Sergio Silva dan Maringa.

Supporter tersebut nampak memberikan motivasi dan kritik kepada pemain Arema tersebut.

Dari situ, kemudian ada beberapa oknum supporter yang ikut masuk dan memberikan luapan kekecewaan mereka kepada pemain Arema.

Baca Juga: Presiden Jokowi Widodo Beri Keterangan Terkait Tragedi Sepakbola di Malang, Ada 3 Poin Perintah

John Alfarizie nampak memberikan pengertian kepada oknum-oknum yang mendekat tersebut.

Namun, ternyata semakin banyak dari mereka yang berdatangan dan membuat kondisi semakin ricuh.

Dari berbagai sisi stadion, para supporter nampak ikut masuk untuk mengungkapkan kekecewaan mereka.

Tak hanya itu saja, benda-benda kemudian mulai dilempar ke arah lapangan dan supporter menjadi tidak terkendali.

Pada akhirnya, pemain digiring masuk ke dalam ruang ganti dengan dikawal oleh pihak yang berwajib.

Pihak aparat kemudian melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para supporter, menurut penulis utas perlakuan aparat terhadap supporter sangat kejam dan sadis.

Mulai dari melakukan pentung dengan tongkat panjang, pengeroyokan oleh aparat, hantaman tameng, dan banyak tindakan lainnya.

Akan tetapi, saat aparat memukul mundur supporter di sisi selatan, supporter di sisi utara kemudian menyerang.

Baca Juga: Korban Tragedi Arema vs Persebaya Bertambah Jadi 153 Orang, Mahfud MD: Korban Tewas Karena Berdesakan

Dari sini, kemudian semakin banyak supporter yang masuk ke lapangan dan kondisi sudah tidak kondusif.

Aparat kemudian menembakkan beberapa gas air mata ke arah supporter yang ada di lapangan, lalu berbanti supporter yang menyerang aparat dari sisi selatan dan utara.

Pada akhirnya, terjadi aksi tembak-tembakan gas air mata ke arah supporter serta hujan lemparan benda dari sisi tribun.

Puluhan gas air mata ditembakkan ke arah supporter di setiap sudut lapangan yang dikelilingi gas air mata, ada juga yang langsung ditembakkan ke arah tribun penonton.

Para supporter yang panik karena tembakan gas air mata, kemudian membuat keadaan tribun semakin ricuh.

Mereka berlarian mencari pintu keluar, sayangnya semua pintu sudah penuh dan sesak karena semua orang panik akan serangan gas air mata.

Disebutkan bahwa dalam insiden tersebut juga banyak ibu-ibu, wanita, orang tua, dan anak kecil yang terlihat sesak tak berdaya.

Terlihat mereka sesak karena terkena gas air mata, tidak kuat untuk ikut berdesakan keluar stadion dengan pintu keluar yang semuanya penuh dan macet.

Baca Juga: Arema Vs Persebaya Rusuh, Pertandingan Persija Vs Persib Kena Imbasnya

Di dalam stadion, orang-orang sesak karena gas air mata yang sudah ditembakkan dari berbagai arah, sedangkan untuk keluar stadion tidak bisa karena macet penuh sesak di pintu keluar.

Di sisi lain, di luar stadion nampak banyak orang yang terkapar dan pingsan karena telah terjebak di dalam stadion yang penuh gas air mata.

Sekitar pukul 22.30 WIB, disebutkan masih banyak insiden pelemparan batu ke arah mobil aparat dan pengeroyokan supporter terhadap aparat.

Mereka menganggap aparat mengurung para supporter di dalam stadion dengan puluhan gas air mata, serta kemudian terjadi beberapa tembakan gas air mata kembali di luar stadion.

Pembuat utas mengungkapkan bahwa kondisi luar stadion kanjuruhan sudah sangat mencekam.

Banyak supporter lemas bergelimpangan, terdengar teriakan dan tangisan wanita, terlihat orang-orang berlumuran darah, mobil hancur.

Terlihat juga batu batako, besi, dan bambu berterbangan, serta kalimat makian dan amarah yang dilontarkan.***

Reporter Rifqi Nur Fauzi
Editor Fathul Amanah