AYOJAKARTA.COM-- Korban terus bertambah akibat tragedi kerusuhan BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Malang.
Sebelumnya Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta menggelar konferensi pers bahwa dari tragedi BRI Liga 1 Arema vs Persebaya mengakibatkan 127 orang meninggal dunia. Terbaru jumlah data tersebut kini terus bertambah.
Terakhir Komunitas Peduli Malang melaporkan melalui story Instagramnya bahwa korban meninggal dunia akibat tragedi BRI Liga 1 bertambah menjadi 153 orang.
Menko Polhukam Mahfud MD menyayangkan atas kejadian tersebut, karena sebelumnya sudah menggelar rapat kepolisian dan Instansi terkait.
“Sebenarnya, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan,” tulis Mahfud MD dalam sosial medianya, @mohmahfudmd, Minggu (2/20/2022).
Usul-usul teknis itu pertandingan dilaksanakan sore, jumlah penonton disesuaikan, akan tetapi menurut Mahfud MD usulan itu tidak dilaksanakan oleh panitia .
Baca Juga: Bukan Lagi Bupati Anne, Dedi Mulyadi Ngaku Sudah Punya Teman Menghabiskan Waktu
“Usul-usul itu tidak dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam dan tiket tidak dicetak jumlahnya 42.000 orang,” tegasnya. Padahal kapasitas stadion hanya 38.000 orang.
Mahfud MD menegaskan penyebab tragedi tewasnya ratusan orang di stadion Kanjuruhan bukan bentrok antar penonton.
“Para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar suporter,” tegas Mahfud MD.
Baca Juga: Loker Jakarta Terbaru, Lulusan SMA atau Freshgraduate untuk Social Admin hingga Sales Support
Menurutnya pemerintah telah melakukan perbaikan pelaksanaan pertandingan sepak bola dari waktu ke waktu dan akan terus diperbaiki.
Pemicu kericuhan diduga rasa kekecewaan sejumlah suporter Arema terhadap hasil dari pertandingan Arema vs Persebaya dengan skor akhir 3-2.
Polisi sudah mencoba memberikan imbauan kepada suporter Arema FC vs Persebaya, namun cara itu tidaklah berhasil, hingga akhirnya disemprotkan gas air mata.
Baca Juga: Terungkap! Arema FC Ternyata Sudah Mengajukan Perubahan Jadwal dan Ditolak, Salah Penyelenggara?
Mengakibatkan ribuan Aremania yang berada di tribun panik dan keluar melewati pintu 10 dan 12 hingga terjadi penumpukan.
Dari kejadian itu mengakibatkan 34 orang meninggal di dalam Stadion Kanjuruhan dan belum sempat dilarikan ke rumah sakit, juga ratusan orang dilarikan ke rumah sakit hingga akhirnya sampai saat ini tercatat 153 orang yang tewas.***

Share this article
Korban Tragedi Arema vs Persebaya Bertambah Jadi 153 Orang, Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan penyebab dan latar belakang tragedi itu