Sport

Aksi Simpatik Persija dan Borneo FC di Medsos untuk Ledakan Lebanon

Oleh: Admin Rabu 05 Agu 2020, 15:19 WIB
Pascaledakan dahsyat terjadi di Beirut Lebanon, Selasa (4/8/2020). (Anadolu Agency/Houssam Shbaro)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Dua klub Liga 1, Persija Jakarta dan Borneo FC menyampaikan rasa simpati atas ledakan dahsyat yang mengguncang Ibu Kota Lebanon, Beirut, Selasa (4/8/2020).

Manajemen Persija menyampaikan rasa simpati melalui Twitter resmi klub @Persija_Jkt, Rabu (5/8/2020).

"Doa untuk masyarakat Lebanon dalam menghadapi ujian ini. Tetap kuat, Lebanon. #PrayForLebanon #BelieveIn12 #PersijaJakarta," tulis akun Twitter Persija Jakarta, Rabu (5/8/2020).

AYO BACA : Trump Sebut Ledakan di Lebanon Sebagai Sebuah Serangan Mengerikan

Sementara itu, klub Borneo FC mengirimkan rasa belasungkawa lewan akun Twitter klub @PusamaniaBorneo.

"Belasungkawa mendalam kami atas insiden ledakan yang menelan korban di Beirut, Lebanon. Semoga cepat pulih, Beirut," cuit akun Borneo FC.

Selain itu, Borneo FC juga mengabarkan salah satu mantan pemainnya yang berasal dari Lebanon yaitu Jad Noureddine tidak terkena dampak.

AYO BACA : Presiden Lebanon Umumkan Penyebab Ledakan

Jad memperkuat Borneo FC selama semusim pada 2016. Bek kelahiran Beirut, 27 Februari 1992 ini juga pernah berseragam Arema FC pada 2017.

"Setelah kejadian itu kami menghubungi mantan pemain kami Jad Noureddine untuk menanyakan kondisinya. Alhamdulillah, Jad dan keluarganya aman," tambah twitter Borneo FC itu.

Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat korban tewas akibat ledakan itu berjumlah 78 orang, sementara 4.000 lainnya mengalami luka-luka.

Tidak hanya itu, banyak orang hilang akibat kejadian itu. Hal ini seperti disampaikan oleh Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hasan.

"Ada banyak orang yang hilang sampai sekarang. Warga bertanya kepada departemen darurat tentang orang-orang yang mereka cintai," ujar Hamad Hasan dikutip dari The Guardian.

AYO BACA : Detik-detik Ledakan Dahsyat di Beirut Lebanon, Seperti Bom Atom, 73 Orang Tewas dan Ribuan Orang Terperangkap

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono