Sport

Pandemi Covid-19, PSIS Semarang Khawatir Kesehatan Pemainnya Jika Liga 1 Berlanjut

Oleh: Admin Jumat 05 Jun 2020, 19:59 WIB
Dua pemain PSIS Semarang, Abanda Rahman dan Soni Setyawan. (Ayojakarta.com/Budi Cahyono)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM – Manajemen PSIS Semarang masih ragu jika kompetisi dilanjutkan di tengah pandemi Covid-19. Sebab Covid-19 masih belum menunjukan penurunan angka kasus positif.

“Kalau melihat situasi sekarang kurvanya Covid-19 belum turun. Terus nanti di bulan September jika Liga 1 jadi dilanjutkan, kita semua juga belum tahu bagaimana kondisinya. Tetapi kami ingin memastikan dari awal bahwa PSSI siap tanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak inginkan,” ujar General Manager PSIS, Wahyoe “Liluk” Winarto, Jumat (5/6/2020).

AYO BACA : Skuat Persija Tetap Dipertahankan dalam Isu Kelanjutan Liga 1

Pihaknya mencontohkan jika ada pemain yang kena Covid-19 usai melakoni pertandingan, PSSI harus tanggung jawab.

“Meliputi biaya pengobatannya dan biaya tes bagi seluruh awak tim karena kasusnya pasti memiliki  rentetan dan saling terkait,” imbuh pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Semarang itu.

AYO BACA : 3 Syarat Persija Jika PSSI Ingin Lanjutkan Liga 1

Pihaknya lebih menginginkan kompetisi diganti home tournament. Sebab, jika Liga 1 2020 dilanjutkan secara home away akan berisiko lebih tinggi terkait penyebaran Covid-19.

Namun mereka mengaku akan mengikuti segala keputusan yang dibuat oleh PSSI. 

Sementara itu CEO PSIS, Yoyok Sukawi mengatakan, jika kompetisi dilanjutkan salah satu opsinya tidak adanya degradasi musim 2020.

“Kalau amit-amitnya ada salah satu pemain yang kena Covid-19 atau ada masalah lain, klub itu harus dikarantina kan. Kalau klub itu dikarantina dan sulit untuk melanjutkan kompetisi, apa iya harus degradasi? Mungkin solusinya ya tidak ada degradasi itu,” tandas CEO PSIS, Yoyok Sukawi. (Afri Rismoko)

AYO BACA : 13 Juni 2020, PT LIB Tunjuk Dirut Baru

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono