Sport

Dimas Lukito Wardhana: Juara Muaythai se-Asia yang Pulang dengan Gerobak Motor, Raih Emas Biaya Mandiri

Oleh: Fina Salsabila Aura Senin 30 Jun 2025, 21:21 WIB
Dimas Lukito Wardhana (23), meraih medali emas dalam ajang bergengsi Asian MuaythaiChampionship 2025 di Thai Nguyen, Vietnam yang digelar 20-26 Juni 2025.

AYOJAKARTA.COM - Dimas Lukito Wardhana (23), putra keempat dari pasangan Bani Syarifuddin (58) dan Supiyatun (58) asal Dusun Wringinan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Ia telah mengukir sejarah membanggakan dengan meraih medali emas dalam ajang bergengsi Asian Muaythai Championship 2025 di Thai Nguyen, Vietnam yang digelar 20-26 Juni 2025.

Tampil di kategori Muay Boran melawan peserta dari 22 negara Asia, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya jurusan Ilmu Olahraga penerima beasiswa ini menunjukkan performa terbaiknya mewakili tim nasional Indonesia.

Baca Juga: Tidak Perlu Sekolah Swasta Mahal! 5 SMP Negeri Bekasi Ini Terbukti Lahirkan Siswa Berprestasi

Yang mengejutkan, perjalanan menuju prestasi gemilang ini dilakukan secara mandiri tanpa koordinasi resmi dengan KONI Kabupaten Probolinggo, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp13.500.000 yang ditanggung pribadi.

"Meraih gelar juara dalam event Muaythai se-Asia merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya. Prestasi ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga buah dari proses panjang yang saya jalani. Disiplin, ketekunan, dan komitmen terhadap nilai-nilai sportivitas," ujar Dimas (26/6/2025).

Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, H. Zainul Hasan mengakui keterkejutannya. 

"Kami bangga, sekaligus kaget. Sebab, proses keberangkatannya memang dilakukan secara mandiri, tanpa berkoordinasi dengan pihak KONI."

Kepulangan sang juara pada Sabtu (28/6/2025) justru menghadirkan kontras yang menyentuh hati sekaligus ironis.

Baca Juga: Bank BSI, BNI, BRI, dan Mandiri Kompak Cairkan Bantuan PKH-BPNT Susulan, Penebalan Rp400 Ribu Mulai Mengalir Merata

Dimas disambut meriah oleh keluarga dan warga Desa Tambakrejo melalui acara kirap atau arak-arakan menggunakan gerobak yang biasa digunakan untuk mengangkut barang kecil dengan sepeda motor, dengan sang kakak sebagai sopir dan Dimas duduk di atasnya sambil memegang bendera merah putih Indonesia.

Keluarga dan tetangga membuntuti menggunakan sepeda motor sambil membunyikan klakson dan membawa bendera warna-warni, sementara warga yang melihat turut tersenyum bangga.

Ayahnya, Bani Syarifuddin menjelaskan bahwa anaknya disiplin. 

"Anak saya sejak kecil memang disiplin dan membanggakan. Kami kemarin keliling desa agar masyarakat tahu, kami memiliki anak yang beprestasi, tidak hanya di tingkat sini saja, namun mengharumkan nama Probolinggo sampai ke Vietnam."

Namun yang mencengangkan, pemerintah daerah absen total dalam penyambutan, seakan lupa bahwa kemenangan Dimas adalah kebanggaan bersama.

Baca Juga: Sudah Tahu? Cara Cek Sisa Kuota atau Bangku Kosong SPMB Jakarta 2025 Jenjang SD,SMP,SMA/SMK

Hal ini menciptakan potret ironis di mana sambutan tulus warga desa jauh lebih bermakna daripada formalitas protokoler yang kosong.

Bahkan saat Dimas pulang usai menjuarai PON XXI Aceh-Sumut 2024 sebelumnya, ia naik bis, lanjut becak, dan pulang diam-diam tanpa sambutan resmi.

Prestasi cemerlang Dimas tidak lepas dari perjalanan panjang yang dimulai sejak SD ketika ia mulai menyukai bela diri dan bergabung di beberapa perguruan bela diri.

Baru sejak kelas 1 SMA bergabung dengan cabang olahraga Muaythai di KONI Kabupaten Probolinggo dan berlatih di Bayuangga Combat Academy di Desa Lumbang.

Awalnya, orang tuanya tidak setuju dengan pilihan Muaythai karena khawatir dengan olahraga adu tendang dan pukul tersebut.

"Dulu pamitnya ikut olahraga kayak tinju. Ibuknya kaget dan bilang kalau bisa gak usah. Tapi, Dimas tetap berangkat. Kami doakan, dan alhamdulillah anak kami tetap sehat dan berprestasi," tutur Bani.

Prestasi Dimas sebelumnya sudah banyak, mulai dari Porprov, PON, hingga kejuaraan Muaythai lainnya, bahkan saat ini ia sedang berada di Malang mengantar atlet Muaythai Kabupaten Probolinggo bertanding di Porprov IX Jatim sebagai pelatih sekaligus pengurus.

Ketua Pengurus Muaythai Kabupaten Probolinggo, Deby Abdul Gani mengungkapkan kebanggaannya.

"Alhamdulillah, berkat kesungguhan dan kedisiplinannya, Dimas bisa sampai di titik ini. Kami berharap Dimas tidak cepat puas dan terus menjaga semangat latihannya untuk meraih prestasi yang lebih tinggi."

Baca Juga: Menyimpan Sejarah Panjang, Ternyata Ini Alasan Nama Jalan di Kota Jakarta Bukan Hanya Diisi oleh Nama Pahlawan!

Sementara Zainul Hasan menambahkan: "Saya bangga dengan Dimas. Ia bukan hanya hebat di ring, tapi juga memiliki attitude yang luar biasa. Anak yang sopan, tekun, dan layak jadi teladan bagi generasi muda."

Dukungan juga mengalir dari teman-temannya di media sosial, dengan @akusemestaa._ berkomentar "mantap boyyy", @anndafajar_ menuliskan "Sangar ngene maem e opo sam!?", @ekyfindito14 merespons "josss lur", dan @bayu.vlntn menyebutnya "Jagoan kita" yang menunjukkan kebanggaan komunitas terhadap pencapaian luar biasa.

Dimas yang berharap prestasinya dapat menginspirasi atlet muda lainnya: "Semoga semakin banyak atlet dari Kabupaten Probolinggo, terutama adik-adik saya di Camp Muaythai Bayuangga Combat Academy Lumbang, yang bisa mengikuti jejak ini. Bahkan kalau bisa, lebih tinggi lagi dan menembus panggung dunia."***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Jinan Vania Barizky