Sport

Sambil Nangis, Pelaku Pemukul Manajer Timnas di SEA Games 2023 Minta Maaf ke Sumardji

Oleh: Christy Ayu Saputri Rabu 17 Mei 2023, 17:06 WIB
Potret Pelaku Pemukul Manajer Timnas di SEA Games 2023 Meminta Maaf

AYOJAKARTA.COM -- Laga Sepakbola U-22 di SEA Games 2023 diwarnai kericuhan saat final mempertemukan Timnas Indonesia melawan Thailand.

Laga yang digelar pada Rabu (16/5/2023) di National Olympic Stadium Phnom Penh, Kamboja itu dimenangkan oleh Timnas U-22 Indonesia dengan skor 5-2.

Pada momen itu sempat terjadi ketegangan, kiper asal Thailand dan beberapa official crew Thailand sempat maju dan melakukan baku hantam.

Baca Juga: WOW! War Tiket Konser Coldplay Ultimate Experience Harga Rp 11 Juta Full Book Dalam Waktu 2 Menit

Akibatnya manjer asal Indonesia yaitu Kombes Sumardji sempat kena pukul dan jadi babak belur.

Terbaru, kiper asal Thailand atau pelaku pemukulan tersebut meminta maaf sambil menangis tersedu-sedu.

Melansir dari akun instagram @unikinfo-id, tampak pria yang diketahui adalah pelaku pemukul meminta maaf kepada manajer Timnas Indonesia yakni Kombes Sumardji.

Dalam video itu, tampak pria mengenakan baju berwarna biru memeluk Sumardji dengan erat sambil sesenggukan, ia meminta maaf atas insiden pemukulan yang terjadi.

Baca Juga: Rahasia Orang Sukses Bangun Jam 5 Pagi? The 5 AM Club, Intip Penjelasan Buku Bacaan Maudy Ayunda

"Kita ini bangsa pemaaf di real life. Untung pemukulan bukan di Indonesia, kalau di Indonesia bisa beda cerita," tulis akun @unikinfo_id.

Menanggapi insiden yang terjadi dan perminta maaf tersebut, Kombes Sumardji pun menerima permohonan maaf itu.

Namun, momen itu tentu saja tidak terlepas dari perhatian netizen. Banyak dari netizen yang menyayangkan aksi adu jotos itu terjadi dalam sebuah pertandingan.

"Mukul baru minta maaf, bukan berfikir dulu sebelum berbuat," tulis @bonzmp4.

Baca Juga: Membludak! Saking Banyaknya Peminat, Tiket Konser Coldplay Full Booked Kurang dari Satu Jam!

"Untung minta maaf, kamu gak selesai kau ninju kombes," tulis @muslimunabdasamad.

"Kalau menurutku jangan dibiasakan jg orang Indonesia begini, sampe kapan pun ga ada effect jera-nya bagi pelaku penganiayaan, kita lebih memaafkan tp proses hukum yang berlaku tetap harus dilanjutkan," tulis @pran_rc.***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Jinan Vania Barizky